Berjuang dari Nol, Raja Printing Kini Beromset Rp120 Juta Per Bulan

FAJAR.CO.ID, MAMUJU -- Memulai usaha tidak selamanya mengandalkan modal (dana). Rio Rispandi membuktikan itu.

Rio merantau ke Mamuju tahun 2010 begitu tamat SMA di Palopo. Awalnya, ia bekerja sebagai karyawan perusahan provider, Telkomsel sekitar tahun 2015-2016. Namun bakat entrepreneurnya terus dibentuk.

"Sempat bekerja sebagai karyawan di percatakan Mitra Akbar sebelum di Telkomsel. Semuanya dari nol," kata Rio, Jumat, 19 Juli 2019. Terlebih saat dia mengenal salah satu notaris di Mamuju yang kini menjadi mentor bisnisnya, Minta Jaya Ginting.

Rio berujar, banyak mendapat masukan terkait entrepreneur dan bisnis dari Ketua Himpunan Pengusaha Alumni KAHMI (HIPKA) Sulbar ini.

Saat resign dari Telkomsel, Rio sempat menganggur. Namun, kepiawaiannya mendesain tetap diasah. Belajar otodidak. Pemuda kelahiran 21 April 1991 di Palopo ini juga sempat kembali bekerja sebagai karyawan di perusahaan percetakan meski tidak lama. Di situ dia berpikir tak mungkin selamanya hanya menjadi karyawan.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini lalu banyak berdiskusi soal bisnis dengan Ginting. Dia termotivasi membuka usaha sendiri, dengan pendampingan ketat. Hasil dari sharing dan motivasi itu, tahun 2017 Rio memutuskan membuka usaha sendiri dengan nama Raja Printing. Ia menyewa sebuah ruko sebagai tempat usaha Rp15 juta per tahun di Jalan Urip Sumoharjo Mamuju.

Pihaknya juga memberanikan diri membeli peralatan print meski seadanya. Termasuk belajar cash flow dan penataan administrasi keuangan dari Ginting. Apalagi, ada kelas bisnis yang dibuka Ginting untuk memberi motivasi entrepreneur pemula, dua kali dalam sebulan. Seiring dengan ketepatan pelayanan dan harga bersaing yang diberikan, Raja Printing makin mendapat kepercayaan pelanggan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...