Berjuang Lawan Kanker Prostat, Sastrawan Arswendo Akhirnya Menyerah

Jumat, 19 Juli 2019 - 20:39 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penulis Arswendo Atmowiloto mengembuskan napas terakhir pada Jumat (19/7) pada pukul 17.50 WIB. Perjuangan penulis Keluarga Cemara melawan kanker prostat telah berakhir.

Sebelumnya, penulis kelahiran Surakarta 1948 ini dilarikan ke rumah sakit dalam beberapa lama. Kanker prostat telah menggerogoti tubuhnya dan membuatnya terlihat kurus.

Seperti kanker lain, kanker prostat timbul saat sel pada kelenjar prostat mulai tumbuh tidak terkontrol. Kanker prostat hanya dialami pria karena kelenjar hanya ada pada organ reproduksi mereka. Kelenjar prostat berada di bawah kandung kemih dan berfungsi untuk produksi cairan bagian dari air mani.

Mengutip laman American Cancer Society, para ahli belum bisa memastikan penyebab kanker prostat. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker yakni usia, ras atau etnis, kondisi geografis, riwayat keluarga pernah mengalami kanker, diet, obesitas, dan perubahan gen.

Kanker prostat jarang dialami pria usia kurang dari 40 tahun. Saat masuk usia 50 tahun ke atas, peluang terkena kanker makin besar. Sekitar 6 dan 10 kasus kanker ditemukan pada pria usia si atas 65 tahun.

Untuk ras dan kondisi geografis sebenarnya tidak memiliki pengaruh pasti, tetapi kasus kanker prostat banyak ditemui pada pria Afrika-Amerika dan pria Karibia. Sedangkan menurut letak geografis, kanker prostat umum ditemukan di Amerika Utara, Australia, dan Kepulauan Karibia.

Pria juga makin berisiko terkena kanker prostat saat ada keluarga yang pernah terkena kanker.

Asupan makanan turut memengaruhi peningkatan risiko kanker. Melansir Medical News Today, diet yang banyak mengandung daging merah atau produk susu bisa meningkatkan risiko kanker prostat.

Ada pula yang menyebut obesitas berhubungan dengan timbulnya kanker. Namun, hal ini belum bisa dipastikan.

Gejala

Pada tahap awal, gejala kanker prostat akan berhubungan dengan kemih. Ini karena letak kelenjar prostat dekat dengan kandung kemih dan uretra. Tumor bisa menekan dan menyempitkan uretra dan menghambat aliran urine.

Selain itu, gejala-gejala lain yang bisa timbul antara lain, sensasi terbakar atau rasa sakit saat buang air kecil, kesulitan saat buang air (saat mulai dan menghentikan), saat malam sering ingin buang air, aliran urine yang tidak kencang, terdapat darah pada urine atau air mani, kesulitan ereksi dan rasa sakit saat ejakulasi.

Lihat juga: Beda Kanker Anak dengan Kanker Orang Dewasa

Saat semakin parah, kanker prostat bisa menyebar dan membentuk tumor pada organ lain atau tulang. Kanker yang sudah menyebar menimbulkan gejala bengkak pada kaki atau area pelvis atau panggul, rasa sakit atau bahkan mati rasa pada pinggang, kaki atau telapak kaki juga rasa sakit pada tulang hingga bisa terjadi patah tulang.

Jika menemui gejala awal, pria sebaiknya segera melakukan skrining atau pengecekan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan USG prostat, MRI, dan biopsi prostat. (cnn/jpg)