Berjuang Lawan Kanker Prostat, Sastrawan Arswendo Akhirnya Menyerah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Penulis Arswendo Atmowiloto mengembuskan napas terakhir pada Jumat (19/7) pada pukul 17.50 WIB. Perjuangan penulis Keluarga Cemara melawan kanker prostat telah berakhir.

Sebelumnya, penulis kelahiran Surakarta 1948 ini dilarikan ke rumah sakit dalam beberapa lama. Kanker prostat telah menggerogoti tubuhnya dan membuatnya terlihat kurus.

Seperti kanker lain, kanker prostat timbul saat sel pada kelenjar prostat mulai tumbuh tidak terkontrol. Kanker prostat hanya dialami pria karena kelenjar hanya ada pada organ reproduksi mereka. Kelenjar prostat berada di bawah kandung kemih dan berfungsi untuk produksi cairan bagian dari air mani.

Mengutip laman American Cancer Society, para ahli belum bisa memastikan penyebab kanker prostat. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker yakni usia, ras atau etnis, kondisi geografis, riwayat keluarga pernah mengalami kanker, diet, obesitas, dan perubahan gen.

Kanker prostat jarang dialami pria usia kurang dari 40 tahun. Saat masuk usia 50 tahun ke atas, peluang terkena kanker makin besar. Sekitar 6 dan 10 kasus kanker ditemukan pada pria usia si atas 65 tahun.

Untuk ras dan kondisi geografis sebenarnya tidak memiliki pengaruh pasti, tetapi kasus kanker prostat banyak ditemui pada pria Afrika-Amerika dan pria Karibia. Sedangkan menurut letak geografis, kanker prostat umum ditemukan di Amerika Utara, Australia, dan Kepulauan Karibia.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...