Hakim yang Diserang Pengacara TW Alami Luka Memar

Jumat, 19 Juli 2019 - 19:35 WIB
Screenshot video penyerangan Hakim di PN Jakpus. Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) sangat menyesalkan perbuatan Desrizal Chaniago selaku pengawacara dari Tomy Winata. (istimewa)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Keadaan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berinisial HS berangsur membaik. Bahkan, pascapenyerangan yang dilakukan oleh pengacara Tomy Winata, hakim itu sudah menjalani aktivitas seperti biasa. Yaitu mengadili sebuah perkara hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (19/7).

“Kondisi hakim sampai jam 12 malam sudah dalam keadaan membaik kembali, diagendakan yang bersangkutan sudah mulai masuk kerja,” ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Makmur di kantornya, Jumat (19/7).

Beruntung saja hakim tersebut tidak mengalami luka parah. Mengingat benda yang digunakan memukul bukan senjata tajam. Sehingga luka yang ditimbulkan hanya berupa memar.

“Tidak ada pendarahan, tidak ada luka iris, karena benda yang digunakan benda bukan luka tajam, hanya ikat pinggang,” imbuhnya.

Meski begitu, luka tetap divisum guna kepentingan proses hukum. Koordinasi dengan pihak Polres Jakarta Pusat juga terus dilakukan oleh pihak Pengadilan. Informasi yang didapat Pengadilan, pelaku menyatakan menyesal telah melakukan penyerangan. Namun, hal itu tidak semata-mata menghentikan proses hukum.

Di sisi lain, Makmur mengatakan peristiwa seperti ini merupakan yang pertama terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, atau bahkan di pengadilan seluruh Indonesia. Mengingat hampir tidak pernah terdengar ada pengacara menyerang hakim.

“Biasanya kan orang yang berperkara yang melakukannya atau pihak sendiri. Ini kejadian langka di PN Jakpus yang dilakukan advokat,” jelasnya.

Sementara itu, pihak pengadilan juga sampai saat ini belum mengetahui pasti alasan pengacara tersebut melakukan penyerangan.

Semuanya berjalan begitu cepat, di mana saat hakim membacakan pertimbangan yang menyatakan gugatan perkara tersebut ditolak, pengacara itu langsung beraksi.

“Mungkin advokat ini merasa tidak diuntungkan dengan hukumnya dan merasa dirugikan makanya mengambil sikap seperti itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyerangan kepada hakim terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/7). Peristiwa terjadi dalam persidangan perdata dengan nomor perkara 223/pdt.G/2018/JKT dengan penggugat pengusaha nasional, Tomy Winata (TW) melawan PT PWG. Kejadian pecah sekitar pukul 16.00 WIB di ruang sidang Subekti.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Makmur mengatakan, peristiwa bermula saat Majelis Hakim tengah membacakan putusan.

Pada saat masuk pada bagian pertimbangan, hakim mengurai petitum perkara yang digugat. Pengacara TW berinisial D lantas berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke depan hakim, raya mengeluarkan ikat pinggangnya.

“Tali (ikat pinggang) itu digunakan oleh pelaku D unuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan,” ujar Makmur kepada wartawan, Kamis (18/7).

Penyerangan D berhasil mengenenai hakim HS pada bagian jidat. Sedangkan hakim anggota 1 berinisial DB juga terkena sabetan ikat pinggang. Setelah itu, pihak keamanan pengadilan mengamankan pelaku.

“Hakim yang bersangkutan langsung dikawal keamanan PN Jakpus ke rumah sakit untuk segera visum,” tambah Makmur.

Atas perbuatannya, Polres Metro Jakarta Pusat juga telah menetapkan pelaku sebagai tersangka. (jpc)