Kata Tomy Winata Soal Pengacaranya Serang Hakim

Jumat, 19 Juli 2019 - 13:46 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pengusaha nasional Tomy Winata (TW) angkat suara atas insiden penyerangan terhadap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang dilakukan oleh pengacaranya. TW menyesalkan hal itu dan berpendapat seharusnya peristiwa tersebut tidak terjadi.

“Tindakan DA memukul hakim di ruang pengadilan tidak seharusnya terjadi,” ungkap TW melalui juru bicaranya, Hanna Lilies dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/7).

Hanna menuturkan, TW sempat terkejut saat mendengar pengacaranya melakukan penyerangan. Padahal sepengetahuannya, DA tidak temperamental seperti itu.

“Selama ini yang kami tahu DA bukan termasuk orang yang temperamental. Oleh karena itu, TW minta maaf kepada semua pihak khususnya pihak yang menjadi korban atas terjadinya hal tersebut. Kami pun heran apa yang menyebabkan dia gelap mata,” tambahnya.

Raksasa Tunggal Putra Bertumbangan, Lawan Terberat Jojo Tersisa Chou Tien Chen

Raih CSA Award 2019, Bukti BTN Diakui Pasar

Kelola Blok Masela, Inpex Diminta Rekrut Pekerja Lokal yang Banyak

TW lantas mengimbau kepada DA agar taat dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku. “Sehubungan dengan peristiwa tersebut, TW sedang berusaha untuk mempercepat kepulangannya ke tanah air,” sambung Hanna.

Keterangan berbeda dilontarkan oleh Humas PJ Jakpus, Makmur. Dia menyampaikan, DA kerap kali menunjukkan sikap arogan selama persidangan berlangsung. Seperti membentak saksi-saksi yang dihadirkan.

“Informasi resmi dari Majelis Hakim, yang bersangkutan selama pemeriksaan perkara itu berjalan sebelumnya terkadang menunjukkan sikap arogannya atau tidak bersahabat di ruang sidang,” kata Makmur.

Oleh karena itu, Majelis Hakim kerap mengingatkan DA supaya menghargai proses persidangan. Namun, belum diketahui pasti, penyebab penyerangan terjadi.

Sementara itu, Makmur menegaskan tidak akan ada pengetatan pengamanan di PM Jakpus. Semuanya akan berjalan sesuai standar kemanan seperti hari-hari biasanya.

“Kejadian tersebut hampir tidak ada kesulitan yang kami hadapi karena yang bersangkutan berhasil kami amankan,” pungkasnya.

Jokowi Beri Waktu Lagi 3 Bulan, Novel: Tim Pakar Itu Ngawur

Serangan Mematikan di Kyoto Animation, Puluhan Tewas

Berjuang dari Nol, Raja Printing Kini Beromset Rp120 Juta Per Bulan

Sebelumnya, penyerangan kepada hakim terjadi di PN Jakpus, Kamis (18/7). Peristiwa terjadi dalam persidangan perdata dengan nomor perkara 223/pdt.G/2018/JKT dengan penggugat pengusaha nasional, Tomy Winata (TW) melawan PT PWG. Kejadian pecah sekitar pukul 16.00 WIB di ruang sidang Subekti.

Humas PN Jakpus, Makmur mengatakan, peristiwa bermula saat Majelis Hakim tengah membacakan putusan. Pada saat masuk pada bagian pertimbangan, hakim mengurai petitum perkara yang digugat.

Pengacara TW berinisial DA lantas berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke depan hakim, seraya mengeluarkan ikat pinggangnya. “Tali (ikat pinggang) itu digunakan oleh pelaku DA untuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan,” ujar Makmur kepada wartawan, Kamis (18/7).

Penyerangan DA berhasil mengenenai hakim HS pada bagian jidat. Sedangkan hakim anggota 1 berinisial DB juga terkena sabetan ikat pinggang. Setelah itu, pihak keamanan pengadilan mengamankan pelaku.

“Hakim yang bersangkutan langsung dikawal keamanan PN Jakpus ke rumah sakit untuk segera visum,” tambah Makmur. (jp)