Libatkan Megawati, Pertemuan Jokowi-Prabowo II Bahas Kursi Kabinet

Jumat, 19 Juli 2019 - 10:16 WIB
Jika berkoalisi dikhawatirkan pemerintahan kurang kontrol.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto yang berlangsung di Stasiun MRT Lebak Bulus akhir pekan lalu bakal berlanjut. Rencananya dua tokoh bangsa itu bertemu untuk yang kedua. Menariknya, pertemuan itu bakal mengajak Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebut, pada pertemuan kedua ini akan diikuti oleh tiga tokoh bangsa.

“Pertemuan Prabowo dan Joko Widodo sedang disiapkan. Nanti kalau sudah siap baru kita kasih tahu. Pertemuan itu melibatkan Ibu Mega nantinya,” ujar Arief kepada wartawan, Jumat (19/7).

Arief mengatakan, pertemuan tiga tokoh bangsa itu akan membicarakan mengenai kebangsaan. Termasuk juga dengan pembicaraan mengenai opsi-opsi bergabung ke kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Salah satunya itu (membahas soal kursi kabinet) itu, dan yang lainnya nanti akan dibahas antara Prabowo – Jokowi dan Ibu Mega rencananya,” katanya.

Menurut Arief, tawaran supaya Gerindra ‘merapat’ ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin adalah suatu yang baik. Hal itu merupakan penghargaan yang besar dari Presiden Jokowi. “Ya kita oke saja,” singkatnya.

Sebelumnya, ‎Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiande menyebut akan ada lagi pertemuan lanjutan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Hanya saja Andre belum bisa memastikan. Di pertemuan nanti Prabowo Subianto akan menyampaikan program-program dan memberikan masukan kepada Jokowi ‎dalam mengelola pemerintahan.

“Pertemuan pertama menyepakati akan adanya pertemuan lanjutan. Pertemuan lanjutan kita akan sampaikan program Indonesia maju, Indonesia bangkit untuk menuju adil dan makmur,” ujar Andre di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/7).

Indahnya NKRI Ketua MPR Gerindra, Ketua DPR PDIP, Presiden Jokowi

Gadis Inggris Ngaku Digilir 12 Turis Israel di Hotel

Bersiap Nikahi Pujaan Hati, Malah Lakukan Hal Tak Terpuji di Rumah Bela

Andre berharap masukan yang disampaikan Prabowo bisa diterapkan di pemerintahan lima tahun mendatang. Misalnya 100 hari kerja akan turunkan harga listrik dan harga daging.

“Kalau diadopsi sama Pak Jokowi kan baik. Kan mengadopsi visi misi dan program tidak mesti masuk ke kabinet,” katanya.

Menurut Andre, diskusi antara Prabowo Subianto dan Jokowi adalah baik. Sehingga bisa memberikan masukan kepada pemerintahan lima tahun ke depan. Terlebih memberikan masukan tidak mesti harus bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Seperti diketahui, Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta. Mereka juga sempat menjajal MRT dari Lebak Bulus menuju Stasiun MRT Senayan, Sabtu (13/7).

Dalam pertemuan itu, Jokowi dan Prabowo juga sepakat mengakhiri istilah ‘cebong’ dan ‘kampret’. Mereka sepakat mengedepankan persatuan untuk kemajuan Indonesia‎. (jp)