Mahasiswa UMI Teliti Penggunaan Pupuk Kedelai Edamame, Begini Hasilnya

Jumat, 19 Juli 2019 09:58

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan pupuk organik dan anorganik masih minim. Hal itu menyebabkan tingkat produksi dan kesuburan tanah ikut terpengaruh.Atas dasar itu, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI), Muh Rijal, meneliti takaran pupuk organik yang dapat mensubtitusi pupuk anorganik pada pertumbuhan dan produksi tanaman. Dalam penelitiannya, dia memilih kedelai jenis edamame sebagai sampel.Penelitian itu dia lakukan di Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar, selama kurang lebih empat bulan. Termasuk proses uji coba penanaman kedelai yang dilakukan pada 8 April dan dipanen 10 Juni lalu.Dari hasil penelitiannya, Rijal melihat penggunaan pupuk anorganik secara cepat bisa merusak kesuburan tanah. Hasil tanaman kedelai pun tidak begitu melimpah akibat kebanyakan menggunakan pupuk berbahan kimia tersebut.Padahal, kata dia, kedelai edamame mengandung nilai gizi yang cukup tinggi. Setiap 100 gram biji mengandung 582 kkal, 11,4 gram protein, 4,4 gram karbohidrat, 6,6 gram lemak, 100 miligram vitamin A atau karotin, dan masih banyak lainnya.Menurut Rijal, peluang pasar kedelai edamame sesungguhnya cukup besar, baik untuk ekspor maupun konsumsi lokal. Bahkan, kedelai jenis ini berpotensi mengurangi volume impor bahan baku pakan ternak maupun industri makanan di tanah air.”Produktivitas kedelai edamame bisa mencapai 3,5 ton/ha lebih tinggi dibandingkan kedelai biasa yang hanya mampu menghasilkan 1,1-1,5 ton/ha,” ucapnya, kemarin.

Bagikan berita ini:
9
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar