Makan Saat Stres, Berat Badan Rentan Naik

Jumat, 19 Juli 2019 14:17
Belum ada gambar

Akibatnya, semakin lama dan parah seseorang mengalami stres, maka kadar kortisol akan semakin meningkat, yang diiringi dengan nafsu makan junk food, hingga akhirnya naiknya berat badan tak lagi terelakkan.Sebuah penelitian tahun 2015 menemukan bahwa stres juga dapat menurunkan laju metabolisme pada wanita. Makanan yang dikonsumsi akan lebih lama dicerna dan tidak efisien saat diubah menjadi energi. Akhirnya, kelebihan kalori tersebut akan ditumpuk menjadi timbunan lemak dalam tubuh.

Perubahan pola makan

Umumnya, saat stres Anda jadi susah tidur, akhirnya jadi begadang. Saat mata masih melek tengah malam (yang seharusnya ini adalah waktu tidur), Anda akan mudah merasa lapar dan tergoda untuk ke dapur untuk mengambil camilan atau justru makan berat.Tak lama setelah makan, Anda pun tidur. Belum sempat dibakar menjadi energi (karena Anda tidak banyak beraktivitas pada malam hari), kalori dari makanan tersebut akhirnya menumpuk menjadi lemak.Karena begadang, Anda pun jadi sulit bangun pagi sehingga melewatkan sarapan. Kebiasaan ini juga bisa mengakibatkan peningkatan berat badan. Anda akan merasa lapar sebelum jam makan siang, sehingga tergoda untuk ngemil, atau bisa juga makan lebih banyak saat makan siang.

Jarang olahraga

Hal terakhir yang ingin dilakukan saat sedang stres adalah berolahraga. Anda cenderung menjadi lebih malas atau tak sempat berolahranya. Akibatnya, kelebihan energi yang didapat dari makanan tidak dapat dibakar.

Komentar