Pengacara yang Serang Majelis Hakim Ditetapkan Tersangka, MA Dukung Penuh

Jumat, 19 Juli 2019 - 16:16 WIB
Screenshot video penyerangan Hakim di PN Jakpus. Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) sangat menyesalkan perbuatan Desrizal Chaniago selaku pengawacara dari Tomy Winata. (istimewa)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Proses hukum terhadap pengacara Pengusaha Tomy Winata (TW), Desrizal (DA) masih terus berjalan. Polres Metro Jakarta Pusat bahkan telah menaikan status si pelaku menjadi tersangka, karena menyerang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono membenarkan hal tersebut. DA akan akan diperiksa sebagai tersangka siang ini.

“Jadi diperiksa sebagai tersangka,” ucap Argo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/7).

Argo mengatakan, penetapan status tersangka dipastikan telah melalui prosedur hukum yang benar. Alat bukti dalam perkara ini juga telah dinyatakan lengkap. DA terancam dikenakan Pasal 212 juncto 351 KUHP. Dengan ancaman pasal 212 paling lama satu tahun empat bulan. Sedangkan Pasal 351 ancaman hukumannya pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sementara iu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, DA tengah diperiksa oleh penyidik. Sehingga belum banyak informasi yang belum digali.

“Dia masih di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sebagai tersangka. Nantinya polisi akan menentukan apakah yang bersangkutan ditahan atau tidak,” katanya.

Sebelumnya, penyerangan kepada hakim terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/7). Peristiwa terjadi dalam persidangan perdata dengan nomor perkara 223/pdt.G/2018/JKT dengan penggugat pengusaha nasional, Tomy Winata (TW) melawan PT PWG. Kejadian pecah sekitar pukul 16.00 WIB di ruang sidang Subekti.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Makmur mengatakan, peristiwa bermula saat Majelis Hakim tengah membacakan putusan. Pada saat masuk pada bagian pertimbangan, hakim mengurai petitum perkara yang digugat. Pengacara TW berinisial DA lantas berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke depan hakim, sambil mengeluarkan ikat pinggangnya.

“Tali (ikat pinggang) itu digunakan oleh pelaku DA unuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan,” ujar Makmur kepada wartawan, Kamis (18/7).

Penyerangan DA berhasil mengenenai hakim HS pada bagian jidat. Sedangkan hakim anggota 1 berinisial DB juga terkena sabetan ikat pinggang. Setelah itu, pihak keamanan pengadilan mengamankan pelaku.

“Hakim yang bersangkutan langsung dikawal keamanan PN Jakpus ke rumah sakit untuk segera visum,” tambah Makmur.

Terpisah, Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro menyesalkan dan prihatin atas tindakan oknum advokat yang secara tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap hakim di PN Jakpus.

Andi juga menjelaskan, setiap orang yang berada di ruang sidang maupun pengunjung terlebih advokat harus menghormati kepada hakim yang tengah memegang pokok perkara. Jika tidak puas atas pertimbangan maupun putusan hakim, maka dapat melakukan upaya hukum.

“Siapapun harus hormat kepada hakim. Kalau memang tidak puas tentu ada upaya hukum,” tegas Andi.

Senada dengan Andi, Ketua Umum Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Suhadi menyatakan, hakim di seluruh Indonesia menyesalkan perbuatan pengacara pengusaha Tomy Winata (TW) yakni Desrizal Chaniago yang secara semena-mena memukul hakim Sunarso di ruang persidangan.

“IKAHI sangat menyesalkan tindakan oknum advokat terhadap hakim di PN Jakarta Pusat dan menuntut keras untuk diproses secara pidana,” ucap Suhadi.

Suhadi menyatakan, perbuatan yang dilakukan Desrizal (DA) selain masuk ke ranah pidana juga merupakan bentuk pelanggaran kode etik advokat. Karena tidak menghormati hakim di ruang persidangan. (jpc)