Prabowo Dicap Khianati Umat karena Bertemu Jokowi

Jumat, 19 Juli 2019 - 07:52 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpelukan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Senayan, Sabtu (13/7). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Asep Syarifudin mengkritik Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto karena menemui Presiden RI terpilih, Joko Widodo (Jokowi) di Stasiun MRT, Sabtu (13/7) kemarin.

Sebab, kata Asep, pertemuan itu bentuk pengkhianatan terhadap umat. Menurut dia, banyak umat yang menginginkan Prabowo tidak bertemu dengan Jokowi setelah kontestasi Pilpres 2019 yang dianggap penuh kecurangan.

“Kalau Prabowo berkomunikasi, menurut saya ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi umat,” kata Asep kepada awak media.

Menolong Perempuan yang Bunuh Diri di Laut, Petugas Kemenhub Belum Ditemukan

Tergoda Remaja Keterbelakangan Mental 14 Tahun, Begini Jadinya

Daihatsu Serius Garap Mobil Hybrid

Namun, Asep memahami pertemuan Prabowo dan Jokowi telah terjadi. Hanya, dia tidak ingin Prabowo berbagi kekuasaan dengan eks Gubernur DKI Jakarta itu di pemerintah mendatang.

“Jadi, kalau kemudian sekarang membangun komunikasi apalagi dalam berita ada yang bilang bagi jatah 45 atau 55 persen, itu bagi kami, itu sesuatu yang tidak pada tempatnya,” tegasnya.

Ke depan, dia menginginkan Prabowo bersama barisan partai yang pernah tergabung di Indonesia Adil dan Makmur, mengambil posisi sebagai oposisi.

“(Harapan) kami ulama tidak muluk-muluk. Sekiranya kemudian Jokowi tetap dianggap sebagai pemenang, kalau Prabowo mau berjuang serius, ya, jadi oposisi saja,” pungkas dia. (jpnn)