Preview Senegal vs Aljazair: Perang Kapten

Jumat, 19 Juli 2019 - 10:56 WIB
Sadio Mane (putih) dan Riyad Mahrez akan memimpin negaranya di final Piala Afrika 2019, dinihari nanti/Ariel Schalit/Associated Press

FAJAR.CO.ID, KAIRO—Senegal dan Aljazair akan bertarung di final Piala Afrika 2019, dinihari nanti. Kedua negara yang tengah lapar gelar berharap bintang mereka menunjukkan aksi-aksi terbaiknya di Stadion Internasional Kairo, Kairo.

Di kubu Senegal, mereka akan mengandalkan sang kapten, Sadio Mane. Sejauh ini, penyerang sayap Liverpool itu sudah mengoleksi tiga gol dan punya ambisi besar mempersembahkan gelar Piala Afrika perdana untuk negaranya.

Sejak awal, Sane sudah menegaskan bahwa targetnya datang ke Mesir adalah membawa pulang trofi ke Senegal. Mane bahkan mengatakan bahwa demi piala untuk bangsanya, ia bersedia menukar trofi Liga Champions yang diraihnya bersama Liverpool musim lalu.

“Saya siap menukar gelar Liga Champions dengan Piala Afrika. Pergi ke Dakar dengan trofi akan luar biasa. Itu akan menjadi impian saya yang paling liar,” kata Mane kepada France Football.

Tahun ini adalah tahun terbaik bagi Mane. Selain menjuarai Liga Champions, ia juga mampu menorehkan rekor gol pribadi. Sepanjang musim 2018/2019, ia total mencetak 26 gol. Termasuk 22 gol di Premier League yang mengantarkan menjadi peraih sepatu emas.

Sukses itu jelas ingin disempurnakan Mane. Apalagi, hanya segelintir pemain yang bisa mengawinkan gelar Liga Champions dan Piala Afrika. Selain itu, Mane yang terpaut dua gol dari top skor sementara Odion Ighalo juga akan membuat argumen meyakinkan untuk prospek Ballon d’Or. Hanya George Weah dari Liberia, pada 1995, satu-satunya orang Afrika yang pernah meraih gelar bergengsi itu.

Tapi, kapten Aljazair, Riyad Mahrez juga punya mimpi besar menjadi kampiun. Bintang utama El Khadra (Si Hijau), julukan Aljazair itu menegaskan, ini adalah momen istimewa untuk mengulang sukses juara pada edisi 1990 silam.

“Kami sangat senang berada di final Piala Afrika karena ini adalah sesuatu yang sangat istimewa. Itu adalah tujuan kami untuk melakukannya untuk orang-orang dan untuk keluarga kami. Kami tahu mereka ada di belakang kami. Adalah impian saya untuk memenangkan Piala Afrika,” tegasnya di AFP dikutip dari Arab News.

Di semifinal, winger Manchester City itu menjadi pahlawan kemenangan lewat gol tendangan bebas cantiknya di menit ke-95. Menurutnya, itu menjadi spirit khusus baginya menghadapi Senegal. “Ini akan menjadi pertempuran lain melawan Senegal. Kami sangat bagus dalam kompetisi ini. Pertandingan (Nigeria) telah membuat kami lebih percaya diri untuk final dan kami mampu memenangkannya,” ujarnya.

Mahrez juga meraih sukses besar musim lalu di level klub. Bersama The Citizens, mantan pemain Leicester City itu meraih tiga gelar domestik. Seperti Mane, Mahrez juga sudah mengoleksi tiga gol di Piala Afrika dan sangat berambisi mengejar Ighalo.

Juru taktik kedua negara tak kalah ambisius. Pelatih Senegal, Aliou Cisse menjelaskan, dirinya saat ini dalam misi penebusan kegagalan. Dia adalah kapten tim Senegal ketika mereka kalah dalam adu penalti melawan Kamerun di final Piala Afrika 2002.

“Setelah kalah di final itu, saya masih mengingatnya. Apa yang memotivasi saya untuk menjadi pelatih adalah untuk bisa membawa Senegal ke final. Para pemain saya mengatakan mereka akan melakukan lebih baik daripada generasi saya,” ujar Cisse yang kehilangan bek andalan, Kalidou Koulibaly di final ini.

Pelatih Aljazair, Djamel Belmadi juga berjanji akan membawa pulang gelar. “Kepada orang-orang Aljazair, saya ingin mengatakan bahwa saya bukan politisi, bukan pekerja mukjizat atau penyihir, tetapi kami akan bertarung seperti kami telah berjuang sampai titik ini,” tegas Belmadi.

Ini adalah ulangan duel kedua negara di fase grup dimana saat itu Aljazair menang 1-0 lewat gol Mohamed Youcef Belaili di menit ke-49. Kemenangan tersebut membuat Aljazair kini total sudah menang 11 kali dari 20 pertemuan kontra Senegal.

Laga ini sendiri ibarat final ideal sebab mempertemukan negara dengan gol terbanyak dan pertahanan terbaik. Aljazair sejak fase grup total sudah menjaringkan 12 gol. Sedangkan Senegal hanya kebobolan sekali. (amr)

Prakiraan Pemain

Senegal (4-3-3): Gomis; Gassama, Kouyate, Sane, Sabaly; Gueye, Saivet, Ndiaye; Diatta, Niang, Mane

Algeria (4-1-4-1): M’Bolhi; Zeffane, Mandi, Benlamri, Bensebaini; Guedioura; Mahrez, Feghouli, Bennacer, Belaili; Bounedjah

 

Head to head

27/06/19 Senegal 0-1 Aljazair

23/01/17 Senegal 2-2 Aljazair

13/10/15 Aljazair 1-0 Senegal

27/01/15 Senegal 0-2 Aljazair

05/0908 Aljazair 3-2 Senegal

Lima pertandingan terakhir Senegal

14/07/19 Senegal 1-0 Tunisia

10/07/19 Senegal 1-0 Benin

05/07/19 Uganda 0-1 Senegal

01/07/19 Kenya 0-3 Senegal

27/06/19 Senegal 0-1 Aljazair

Lima pertandingan terakhir Aljazair

14/07/19 Aljazair 2-1 Nigeria

11/07/19 Pantai Gading 1-1 Aljazair

07/07/19 Aljazair 3-0 Guinea

01/07/19 Tanzania 0-3 Aljazair

27/06/19 Senegal 0-1 Aljazair