Realisasi Pendapatan Negara Rendah, Pemerintah Masih Andalkan Pinjaman Luar Negeri

Jumat, 19 Juli 2019 16:26
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Realisasi pendapatan negara yang rendah hingga semester I 2019 membuat defisit anggaran diprediksi akan semakin melebar dibanding dengan tahun lalu.Imbasnya, ada kemungkinan pemerintah akan kembali mengandalkan penarikan pinjaman luar negeri untuk memenuhi belanja negara.Sebagaimana diketahui, pada paruh tahun saja, defisit anggaran tercatat sebesar Rp 135,8 triliun atau setara dengan 0,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 110,6 triliun atau setara 0,75 dari PDB.Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Puspa Ghani Talattov mengatakan, potensi pelebaran fiskal pada tahun ini utamanya dipengaruhi oleh rendahnya realisasi pendapatan PPh Migas. Sebab belakangan ini, ada tren penurunan harga komoditas minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP) dan batubara.Abra mencatat, penerimaan negara pada sektor PPh migas semester I-2019 baru mencapai Rp 66 triliun, atau mencapai 45,6 persen dari target sebesar Rp 144,73 triliun. Begitupula dengan realisasi PNBP dari Sumber Daya Alam (SDA) yang baru mencapai Rp 70 triliun per semester-I 2019, atau 37,1 persen dari target sebesar Rp 188,68 triliun.“Ini juga dipengaruhi oleh turunnya lifting minyak bumi dan gas bumi,” kata Abra kepada JawaPos.com, Jumat (19/7).Penurunan penerimaan pendapatan negara itu membuat pemerintah meramal bahwa sampai akhir tahun defisit anggaran akan melebar. Defisit anggaran hingga akhir tahun diperkirakan menyentuh Rp 310,8 triliun (1,93 persen dari PDB), melampaui target APBN sebesar Rp 296 triliun (1,84 persen).

Komentar


VIDEO TERKINI