Ditolak Berhubungan Badan, Oknum Polisi Diduga Aniaya Pekerja Kafe di Jeneponto

0 Komentar

FAJAR. CO. ID, JENEPONTO–Oknum polisi diduga telah melakukan penganiayaan kepada Gadis berinisial ID (23), pekerja Kafe di Karamaka, Kecamatan Bangkala, Jeneponto.

Akibat perbuatan tersebut, korban mendapat perawatan serius di Puskesmas terdekat. Menurut korban, dirinya dianiaya Bripka W, karena menolak berhubungan badan layaknya suami istri.

Hal tersebut dibenarkan Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul. Kata Syahrul, awalnya Bripka W sedang pesta minuman keras (Miras) bersama temannya di Kafe Karamaka, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto, pada Jumat, (19/7).

“Sekitar Pukul 21.00 Wita Bripka W bersama temannya tiba di kafe Karamaka dan memesan minuman keras jenis bir sebanyak dua dus,”katanya.

Setelah itu, Bripka W bersama temannya dilayani enam pelayan sekaligus, dan pelaku juga meminta dilayani ID, namun menolak.

Penolakan itu membuat Bripka W marah dan aniaya korban hingga mengalami luka terbuka bagian bibir. Keluar darah pada hidung, memar dan bengkak pada bagian muka sebelah kanan serta kelopak mata.

“Bripka W langsung melakukan penganiayaan dengan cara memukul dan menginjak-injak pada bagian muka korbang,” tambah,” Syahrul.

Kasat Raskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman yang dikonfirmasi mengatakan kasus penganiayaan sudah ditangani Polsek Bangkala.

Namun, hingga berita ini diturunkannya, terduga pelaku belum bisa dihubungi untuk memberikan keterangan.

Lanjut Boby, korban adalah warga ber-KTP Kabupaten Bantaeng. Dan pelaku sudah melaporkan tindakan oknum polisi tersebut ke Polsek Bangkala. (mum)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...