Milad Ke-17, Santri dan Santriwati Ponpes NU Diminta Ikuti Perkembangan

Sabtu, 20 Juli 2019 - 21:15 WIB
IST

FAJAR.CO.ID, MAROS — Para santri dan santriwati di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum (NU) Soreang diminta untuk tetap menyesuaikan diri dengan dunia modern atau perkembangan teknologi.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, saat menghadiri Milad ke XVII Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Soreang di Jalan Samudra Kelurahan Soreang Kecamatan Lau Kabupaten Maros, Sabtu, 20 Juli.

Meski diminta menyesuaikan perkembangan dunia modern atau teknologi, namun para santri dan santriwati diminta untuk tidak keluar dari norma-norma agama.

“Diharapkan kepada santri – santriwati dapat menyesuaikan dengan dunia modern, namun tidak keluar dari norma – norma agama,” katanya.

Selain belajar bahasa arab, anak-anak di Ponpes juga diharapkan belajar bahasa Inggris untuk menjawab tantangan zaman.

Dia juga berharap agar Ponpes ini bisa terus berkembang dengan ditunjang fasilitas yang baik.

Olehnya itu Pemerintah Provinsi juga menunggu usulan dari Pesantren Nahdatul Ulum untuk dianggarkan tahun 2020 mendatang.

Sementara itu Bupati Maros, HM Hatta Rahman, yang diwakili Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang mengapresiasi Ponpes Nahdlatul Ulum yang sudah banyak mencetak santri dan santriwati yang handal.

“Selamat kepada Pesantren Nahdlatul Ulum di mana pendidikannya semakin maju dan berkembang dengan baik. Kita juga mengapresiasi Ponpes ini sudah mencetak santri dan santriwati yang handal di tengah kondisi modern,” katanya.

Dia juga mengaku memberikan dukungan terhadap sistem pembelajaran di Ponpes ini dan berharao bisa dipelihara dengan baik.

Sedangkan Pimpinan Pondok Pesantren Nadlatul Ulum, AGH Sanusi Baco mengatakan Ponpes ini sudah melahirkan manusia – manusia yang beriman. “Santri-santriwati adalah orang-orang yang mulia,” katanya

Dia juga mengatakan setiap manusia jangan berhenti menuntut ilmu dan tidak boleh sombong kepada siapapun sebagaimana yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. (rin)