Netizen Protes Monopoli Pembayaran Parkir

Sabtu, 20 Juli 2019 - 10:01 WIB
Pengunjung Taman Bungkul mencoba mesin parkir dengan dipandu petugas Dishub Surabaya, Selasa (2/1). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Sejumlah netizen menyampaikan keberatan dengan metode pembayaran parkir yang hanya bisa dilakukan menggunakan aplikasi OVO di banyak pusat perbelanjaan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.

Sementara, sehari sebelumnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyoroti strategi bisnis OVO, yang terindikasi mengandung praktik bisnis yang kurang sehat. Dilansir dari laman resmi OVO, setidaknya sudah ada 61 Mall dan Area Ruko di Indonesia yang memanfaatkan layanan pembayaran ini untuk parkir.

Keluhan monopoli parkir ini mulai dikeluhkan warga net Surabaya @jatmika_com. “Mau ngeshare ini kemarin, dimana pembayaran parkir di CITO cuma bisa pakai ovo, atau antri bayar manual yang lumayan panjangnya karena cuma satu counter. E-Money gak bisa dipakai juga karena cuman bisa ovo. Lak amsyong…”

Kemudian akun @gucayyy mengeluhkan kewajiban parkir menggunakan OVO di salah satu mall di Medan “True nih, mall di Medan itu banyak punya Lippo , otomatis parkir bayar pake ovo, terus minimal isi nya juga 50k di stand mereka, ga mungkin dong sisa 47k sisa parkir tadi ga di pake buat Belanja.”

Bahkan salah satu akun @niggehh sempat ‘tersandera’ di dalam gedung parkiran “@ovo_id saya tidak bisa keluar parkir, harus bayar pakai ovo, aplikasi tidak bisa login, lapor call center disuruh tunggu 1×24 jam” keluhnya.

Warga net asal Yogyakarta @putrilydia juga mengeluhkan proses pembayaran parkir “Banget, di Lippo Plaza Jogja juga pakai sistem gini. Tapi ntah kenapa di Pejaten Village belom matang tapi dipaksain jalan, jadi berantakan. Sinyal di Mall juga jelek, jadi kadang ovo gabisa dipake. Petugasnya booth parkir dalam mall jg ga standby. Seriously? Pikir lagi deh.”

Head of PR OVO, Sinta Setyaningsih saat dikonfirmasi mengatakan OVO memberikan keleluasaan bagi berbagai pihak dengan visi yang sama. Menurut Sinta, OVO sangat mendorong ekosistem pembayaran yang kolaboratif dan inklusif untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

“Kami siap untuk berdiskusi dengan pemangku kepentingan, untuk meningkatkan kontribusi OVO bagi ekonomi Indonesia. Sebagai platform pembayaran digital dengan strategi ekosistem terbuka, OVO terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dengan visi yang sama, yaitu untuk mengedukasi masyarakat akan berbagai kelebihan transaksi non tunai,” sebutnya. (fik)