Calon Ibu Kota Negara Diselimuti Kabut Asap

Minggu, 21 Juli 2019 - 18:56 WIB

FAJAR.CO.ID, PALANGKARAYA– Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, beberapa pekan terakhir. Penyebabnya tak lain yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi secara beruntun sejak Juni hingga pertengahan Juli.

Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya menjadi lokasi terbanyak terjadinya kebakaran lahan. Luasnya bervariasi mulai dari setengah hektare (ha) hingga 5 ha. Kota Palangkaraya merupakan salah satu kota terkuat menjadi ibu kota baru Indonesia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangkaraya telah merilis kejadian Karhutla sejak Maret lalu. Berdasarkan data yang telah direkap, pada Maret 2019 ada dua lokasi Karhutla yang sengaja dibakar, yakni di Kelurahan Danau Tahai dan Tanjung Pinang. Kemudian BPBD menemukan ada 23 Karhutla yang terjadi di Palangka Raya selama enam bulan terakhir terindikasi sengaja dibakar.

Diumumkan Akan Dijual, Agen Bale Sebut Zidane Memalukan

Video Detik-detik Pengawal Revolusi Iran Tangkap Kapal Tangker Berbendera Inggris

Pelatih Juventus Akui Suka Pogba

Dari puluhan kejadian itu, Polres Palangkaraya telah menangani sebanyak 21 lokasi Karhutla dan total ada 11 tempat kejadian perkara (TKP) terpaksa dilakukan penyegelan. Itu dilakukan guna proses penyelidikan lebih medalam.

Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul R.K Siregar mengatakan, pihaknya masih menyelidi lebih lanjut kejadian tersebut. Karhutla yang paling banyak terjadi adalah di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 15 titik api.

“Selama satu bulan ini dari awal bulan juni kita menangani 21 lokasi kebakaran lahan di Kota Palangka Raya tersebar di tiga kecamatan, yang kita police line ada 11,” katanya.

Orang nomor satu di korps Bhayangkara Polres Palangkaraya tersebut menuturkan, beberapa lokasi yang dilakukan penyegelan adalah karena ada bekas api yang tidak tuntas. Kemudian terbakar lagi yang merembet dan membesar ke tempat lainnya.

Mayoritas Karhutla terjadi sekarang adalah karena faktor dibakar. Untuk itu pihak kepolisan masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembakaran yang. Untuk saat ini yang paling banyak terjadi adalah di Kecamatan Jekan Raya yang didominasi lahan kosong. Di sana terdapat hampir 15 titik api.

“Ini terus kita lakukan identifikasi. Kalau sampai saat ini tidak ada pemilik lahan yang mengaku, maka akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kota untuk melakukan penyitaan terhadap lahan tersebut dan dikembalikan ke negara,” tegas perwira menengah dengan melati dua di pundak tersebut.

Final Leg Pertama Piala Indonesia, PSM Takluk dari Persija

Penjara Sesak, Ombudsman Minta Komedian Nunung Direhabilitasi

Cetak 3 Gol, Nketiah Naik Kelas di Arsenal

Sementara itu, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, Pusdalops BPBD Palangkaraya mencatat sekitar 37 kejadian Karhutla yang menghanguskan 42 Hektare (Ha) lahan. Kepala Bidang penanggulangan Bencana BPBD kota Palangkaraya Kaffeno Nahan mengatakan, pihaknya terus mewaspadai titik-titik rawan dan melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih terlihat.

“Dengan kondisi terakhir dan keadaan saat ini kita sudah menyiapkan personel maupun peralatan yang ada, karena kita tahu kebanyakan sumber api ini kebanyakan kita lihat sulit pada karena kondisi gambut, kurangnya sumber air. Api memang terlihat padam dari luar namun jika gambut bara di dalam tanah masih hidup,” terangnya.

BPBD juga meminta agar masyarakat terutama dari RT dan RW turut proaktif dalam menjaga kawasan lingkungannya sehingga Karhutla ini dapat dicegah bersama-sama semua komponen. “Saya harapakan RT dan RW maupun kelurahan yang ada agar proaktif dalam menjaga kawasannya agar kota palangka bebas asap,” pungkasnya. (jp)