Gangguan Kesehatan Jemaah Haji Kebanyakan Kencing Manis

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:46 WIB

FAJAR.CO.ID, MEKAH– Jumlah jemaah yang sudah berada di kota Mekah semakin banyak. Tidak kurang dari 31 ribu jamaah dari 78 kloter sudah berada di Mekah. Jika ditotal dengan jamaah yang masih berada di Madinah, jumlahnya sekitar 100 ribu jiwa.

Dengan semakin banyaknya jemaah yang berada di Mekah, berimbas pula pada pelayanan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekah. Dokter Unit Gawat Darurat KKHI Mekah, dr Novita Silvana mengatakan sampai saat ini KKHI Mekah sudah menangani 76 orang jemaah.

”Penyakit yang dialami jemaah di antaranya adalah diabetes mellitus atau kencing manis,” jelasnya Minggu (21/7). Selain itu juga ada gangguan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kemudian juga ada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang dipicu karena kelelahan.

Jambret HP Gadis Kecil, Kocak… Pelaku Ketinggalan KK Miliknya, Tertangkap Deh

Pegiat HAM: Penanganan Kasus Novel Hanya Diulang-ulang, Pelaku Tak Dicari

Golkar Sidrap Dukung Nurdin Halid di Musda Partai Golkar IX Sulsel

Novita menuturkan KKHI Mekah dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai untuk melakukan rawat jalan maupun rawat inap jemaah. Dia menuturkan jemaah yang sudah ditangani di KKHI Mekah bisa kembali ke kloter atau hotelnya masing-masing. Di KKHI Mekah juga disiapkan ruangan untuk bedah dan gangguan mental.

Sementara itu Kepala Daker Mekah, Subhan Cholid mengingatkan jemaah supaya bisa mengatur waktu untuk pelaksanaan umrah wajib. Supaya bisa menghindari penumpukan jemaah di terminal di sekitar Masjidilharam. Dia menuturkan waktu-waktu yang padat di antaranya adalah setelah bubaran salat Isya dan salat Subuh.

”Kalau umrah malam hari, sebaiknya jam 10 malam,” katanya. Karena pada jam tersebut terminal sudah mulai sepi. Selain itu untuk umrah pagi hari, sebaiknya setelah waktu salat duha atau sekitar pukul delapan pagi. (jp)