Jemaah Haji Kerap Kelelahan di Masjidilharam

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, MEKAH – Jemaah calon haji disarankan umrah dan beribadah di Masjidilharam pada waktu Dhuha dan setelah Salat Isya. Pasalnya, itu adalah waktu di mana kondisi di Masjidilharam maupun bus salawat pengangkut jemaah agak lengang.

“Bada Isya, sekitar jam 10 malam seperti ini sudah cukup lengang terminalnya. Sehingga jemaah bisa berangkat ke Masjidilharam dan tidak akan bertubrukan dengan jemaah yang baru selesai salat,” kata Kepala Daerah Kerja Mekah, Subhan Cholid dalam pernyataan resminya, Minggu (21/7).

Salah satu kiat yang diungkapkan Subhan untuk mengetahui kondisi kepadatan di Masjidilharam adalah memantaunya lewat layar televisi.

“Di tiap hotel kan ada yang menayangkan siaran langsung Masjidilharam, nah pantau di sana. Kalau terlihat agak lengang, silakan segera berangkat,” ujarnya.

Sruput Rejeki Toramoka, Istri Buruh Bangunan Ini Dapat Umrah Gratis

Diskon 20 Persen Saat Noba PSM vs Persija

Kevin/Marcus Juara Blibli Indonesia Open 2019

Sementara, anggota tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH) dr.Hendro mengungkapkan, setelah sepekan operasional haji di Daerah Kerja Mekah, dirinya kerap mendapati jemaah kelelahan di Masjidilharam.

“Biasanya, karena jemaah langsung melaksanakan umrah setibanya di Mekah. Padahal, seringkali jemaah masih dalam kondisi lelah usai menempuh perjalanan dari Madinah,” tuturnya.

Hendro pun menyarankan agar sebelum melaksanakan umrah wajib jemaah dapat mencukupi asupan makanan serta mengistirahatkan tubuhnya. Apalagi untuk jemaah lansia. Lakukan relaksasi dan orientasi lingkungan terlebih dahulu.

“Jangan terburu-buru untuk umrah. Idealnya, jemaah lansia terutama, butuh waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk berelaksasi dahulu sebelum dibawa ke Masjidilharam,” jelas Hendro. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...