Siap Lepas Status ASN, Jika Terpilih Hamsul Bakal Gaji RT/RW Sesuai UMR

Minggu, 21 Juli 2019 - 09:44 WIB
Hamsul (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Setiap orang mendambakan menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tentu sangat membanggakan jika mampu menyandang predikat sebagai pegawai negeri.

Sehingga, setiap orang pun berjuang mati-matian agar mampu menjadi seorang Pamong Praja. Namun, tidak demikian halnya dengan Hamsul Hasan.

Pria asal Kabupaten Gowa itu, rela melepaskan profesinya sebagai ASN yang telah dijalaninya selama belasan tahun. Pegawai bagian radiologi di RS Labuang Baji Makassar itu memang siap mengambil risiko itu, lantaran Hamsul memutuskan akan ikut dalam kontestasi Pilwalkot Makassar 2020 mendatang.

“Kalau memang aturannya ASN harus mundur, maka saya siap mengambil risiko itu. Karena memang masyarakat terutama kalangan milenial, mendorong saya untuk maju dalam Pilwalkot tahun depan,” ujar Hamsul.

Diakui Hamsul, masa dinasnya sebenarnya masih ada 20 tahun lebih. Tentu saja waktu yang masih cukup lama mengabdi sebagai aparat sipil negara. Namun, Hamsul rela melepas profesi yang banyak diidam-idamkan orang itu.

Hamsul, 37 tahun, merupakan satu-satunya calon Wali Kota Makassar yang mewakili kaum milenial. Pengusaha produk kesehatan dengan omzet miliaran itu mengaku terpanggil untuk bertarung di Pilwalkot 2020 mendatang, lantaran melihat belum ada kandidat mewakili kaum milenial. Rata-rata adalah calon yang sudah berusia 40 tahun ke atas.

“Dukungan masyarakat terutama dari kaum milenial, membuat saya memutuskan ikut bertarung di Pilwalkot. Saya optimis bisa bersaing dengan kandidat yang sudah punya banyak pengalaman,” ujar Hamsul yang mengaku pernah menjadi tukang parkir di tempat pelelangan ikan.

Terkait modal kepemimpinan, Hamsul mengaku sudah berpengalaman sebagai seorang pemimpin. Sejak tahun 2000 silam, malang melintang memimpin sebuah perusahaan lokal maupun internasional. “Jadi, jangan ragukan kapasitas saya sebagai pemimpin,” kata Hamsul yang sempat lima tahun berprofesi pengantar kue di sebuah toko kue ternama.

Pengusaha property ini melanjutkan, sejak kuliah dia sudah mandiri sehingga punya mental kuat untuk menjadi seorang pemimpin di Makassar. Apalagi, dukungan keluarga besar, kerabat, dan teman-temannya, sehingga optimis dalam pertarungan menuju kursi 01 Makassar. Terutama dari kalangan milenial yang terus mengalir, semakin membuatnya bersemangat dalam menghadapi Pilwalkot 2020.

“Zaman kini sudah berubah. Maka, pemimpin pun harus berubah. Sekarang ini eranya teknologi canggih. Orang lebih banyak bermain di media sosial atau online. Nah, inilah yang menjadi nilai plus saya dalam Pilwalkot nanti,” papar Hamsul.

Soal program, Hamsul yang memutuskan maju lewat jalur independen menyiapkan kartu sejahtera. Lewat kartu itu, dia akan mensejahterakan masyarakat. “Karena buat apa kota terbangun modern kalau masyarakat miskin. Tujuan pembangunan adalah demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Hamsul dan menyatakan jika dipercaya menjabat Walikota Makassar, semua gajinya akan disumbangkan ke fakir miskin.

Hamsul juga akan menggelontorkan dana Rp1 juta per KK miskin. Sehingga, kata dia, tidak akan dijumpai lagi pengemis di jalan dan warga miskin yang mati kelaparan. “Cukup perlihatkan KTP saja,” ucapnya.

Tak hanya itu, ujar Hamsul, para Imam Masjid, Ketua RW dan RT, serta honorer juga akan digaji sesuai standar UMR. Di bidang kesehatan, kata dia, setiap kelurahan akan ada dokter dan perawat standby 24 jam. Ada home care. Jadi dokter yang mendatangi rumah warga dan persalinan gratis di luar BPJS.

Di sektor pendidikan, lanjut Hamsul, bukan cuma pendidikannya gratis. Tetapi, juga ada bantuan biaya seragam sekolah, alat tulis, dan lain-lain. “Jadi, tidak akan dijumpai lagi anak malu ke sekolah karena seragamnya tidak layak,” ujarnya sembari menyatakan akan menyiapkan 100 ribu lapangan kerja baru.

Di bidang keagamaan, setiap kelurahan ada minimal lima penghafal Alquran yang akan dikirim ke luar negeri untuk belajar agama lebih dalam. “Dan, setiap Imam Masjid , Imam KUA, dan guru mengaji akan digaji standar UMR,” paparnya dan menjanjikan Wifi gratis di ruang publik.

Bahkan, Hamsul menjanjikan menanggung uang panaik senilai Rp50 juta dan modal usaha setelah menikah. Juga akan membuat satu kawasan industri UMKM berbasis teknologi untuk kaum milenial. “Untuk semua program tersebut saya siap kontrak politik. Kalau tidak terealisasi saya siap diturunkan,” kuncinya. (ram)