Amin Rais Ingin 55:45, Wasekjen PKB: Baru Datang Kok Ngatur-ngatur

Senin, 22 Juli 2019 13:49

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (Wasekjen PKB), Jazilul Fawaid tidak sepakat dengan usulan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, soal syarat rekonsiliasi salah satunya adalah pembagian porsi kursi 55:45.Jazilul menegaskan, koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo–Ma’ruf Amin, tidak pernah mensyaratkan bagi-bagi kursi. Karena itu, Jazilul heran kalau ada partai di luar koalisi yang tiba-tiba datang mengatur-atur.”PKB, Nasdem, PDIP, Golkar, atau semua partai yang tergabung itu tidak mensyaratkan bagi-bagi kursi. Ini aneh, tamu baru datang malah ngatur-ngatur,” kata Jazilul kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).Dia menegaskan syarat rekonsiliasi bukan bagi-bagi kursi. Tetapi, rekonsiliasi bersama-sama membangun negara, baik di dalam maupun di luar pemerintahan.“Kalau kemudian mensyaratkan ini itu, saya yakin Pak Jokowi dan partai-partai koalisi akan keberatan dengan cara itu. Karena di dalam koalisi sendiri tidak pernah itu berkoalisi dengan cara bagi-bagi kursi,” katanya.Anggota Komisi III DPR ini menyatakan, Jokowi dan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) keberatan dengan cara rekonsiliasi dengan syarat bagi-bagi kursi.

Kolam Retensi Atasi Banjir di Depan Kantor GubernurBukan Melindungi, Bripka Jam Justru Aniaya Bocah 9 TahunSinggung Pimpinan MPR, Syarief Hasan: 2009-2014 Saat-saat Demokrat-PDIP Mesra

“Mungkin Pak Amien Rais punya khayalan lain terkait kekuasaan dan Pak Jokowi pasti tidak suka dengan cara begitu. Saya yakin Pak Jokowi tidak suka dengan cara pola memandang negara seperti bagi-bagi kue begitu,” ungkap dia.

Bagikan berita ini:
1
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar