Diskusi Film Tettaku, Hadirkan Seniman, Komunitas hingga Penyanyi

Senin, 22 Juli 2019 - 20:26 WIB

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Bercerita tentang seorang Tetta (ayah) yang mempunyai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan.

Sebagai lelaki Bugis Makassar, Tetta tidak punya harta benda yang cukup untuk diwariskan kepada anaknya. Ia hanya punya nilai luhur sirik na pacce yang selalu ia ajarkan kepada kedua anaknya.

Bagaimana kisahnya ? hal ini di ceritakan dalam film pendek berjudul “Tetta”. Film ini garapan Batara Cinema arahan Tawang dan Wandi Daeng Kulle.

Penulis film Tetta, Wandi Daeng Kulle mengatakan demi mendorong konten lokal yang ada di Sulsel, dalam film ini selain membahas bagaimana sisi moral yang ada dalam budaya Sulsel.

Kata Wandi, Ia juga berusaha memperkenalkan beberapa orang-orang berbakat di Sulsel. Sebut saja beberapa anggota Persatuan Artis Indonesia (Parfi) Sulsel, penyanyi hingga seniman.

“Tanpa bantuan ikhlas mereka, film ini tak akan jadi, maka sebagai apresiasi kami membuat nonton bareng dan diskusi film bersama Syahrial Tato di Martabak Corner Jl Aroepala, Senin, (22/7),”ungkapnya.

Salah Seorang pemeran Polisi dalam film Tetta, Rahmat Daeng Mamat mengatakan keterlibatannya dalam film ini turut andil melestarikan budaya daerah Sulsel.

“Dalam cerita, saya turut ambil peran memecahkan masalah penjualan perempuan yang terjadi. Sebagai Inspektur Polisi, di sini saya memerintahkan anak buah menyelidiki sebuah kasus perdagangan wanita (PSK),”ucapnya.

Dalam film ini juga diperankan oleh Wandi Daeng Kulle sebagai Tetta, Wulan (Bunga) Meycan, Nazilah, syamsinar, Diah sebagai perempuan yang dijual mucikari dan Cello (Mucikari). Tak ketinggalan Aqil D’Academi.(wis)