Industri Pengolahan Masih Dominasi Komoditas Ekspor

Senin, 22 Juli 2019 - 09:29 WIB

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Peluang untuk memperbesar ekspor produk pertanian masih terbuka. Sebab, selama ini, komoditas ekspor didominasi produk dari industri pengolahan.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Isdarmawan Asrikan mengatakan, 90 persen ekspor di Jawa Timur merupakan produk manufaktur seperti olahan makanan, perhiasan, tekstil, kayu, dan berbagai komoditas lain.

Akan tetapi, untuk menopang industri itu, diperlukan bahan baku impor dari negara lain. ’’Dari total ekspor, sisa sepuluh persen dari produk pertanian dan perkebunan,’’ jelasnya, Sabtu (20/7).

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak pun berupaya mendorong koridor industri baru. Apalagi, wilayah di ring satu kerap mendapat komplain mengenai tingginya upah.

De Jong Ogah Cadangan di Barcelona

Menteri Susi Ingin Pihak yang Kotori Laut Ditenggelamkan

Lolos Uji Kompetensi, Capim KPK Selanjutnya Hadapi Psikotes

Oleh karena itu, industri baru didorong ke ring dua dan tiga dengan upah yang relatif lebih rendah.

’’Adanya tol Surabaya–Solo, Nganjuk, dan Madiun, kalau ke Tanjung Perak cepat. Di wilayah sana perekonomiannya masih didominasi pertanian, sedangkan industri pengolahan dan perdagangan di bawahnya,’’ tuturnya.

Jika sektor pertaniannya potensial dikembangkan, perlu portofolio komoditas yang memiliki peluang di pasar ekspor.

’’Seperti kopi, kakao, dan komoditas lain. Nanti itu diselaraskan dengan bantuan bibit, bantuan pembiayaan kredit pertanian yang ke depan diarahkan ke pasar ekspor,’’ tuturnya. (jpnn)

loading...