KPAI: Rumah dan Sekolah Tidak Memberikan Rasa Aman Anak

Senin, 22 Juli 2019 10:22
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Selasa, 23 Juli 2019 besok, Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan bahwa situasi anak Indonesia saat ini masih berada dan belum terlepas dari kondisi darurat Kekerasan.Sejumlah fakta tersaji selama ini. Jumlah kekerasan terhadap anak di tengah-tengah kehidupan masyarakat terus saja meningkat. 52 persen sampai 58 persen dari jumlah pengaduan yang diterima divisi pengaduan Komnas Perlindungan Anak didominasi kasus kekerasan seksual.Selebihnya atau sekitar 48 persen adalah kasus-kasus kekerasan dalam bentuk lain seperti penelantaran anak, perampasan hak hidup anak, penganiayaan, penculikan dan perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial, perebutan anak, serta berbagai bentuk eksploitasi. anak.Ketua Umum (KPAI), Arist Merdeka Sirait mengaku, jika merujuk pada data tersebut sungguh miris kekerasan terhadap anak di Indonesia. Butuh perhatian khusus dan serius dari semua kalangan. Data menunjukkan bahwa pelaku kejahatan seksual tersebut 82 persen justru dilakukan oleh orang terdekat anak.

Sudah 7 Bulan Menikah, Kyku: Masih Hangat-hangatnyaMenteri Susi Ingin Pihak yang Kotori Laut DitenggelamkanPengibaran Bendera Berlafaz Tauhid Tak Terkait HTI

Kemudian usia korban kejahatan seksual berusia di bawah 14 tahun dan di antara predator kejahatan seksual dewasa ditemukan 16 persen dilakukan oleh usia anak baik secara perorangan maupun bersama-sama atau bersama atau bergerombol (gengRAPE).

Komentar


VIDEO TERKINI