Sabu-Sabu 38 Kg Gagal Masuk ke Sulsel, Kurirnya Diringkus di Samarinda

Senin, 22 Juli 2019 19:34
Belum ada gambar

FAJAR.CO,ID, TANJUNGSELOR–Inilah barang bukti terbesar sepanjang sejarah penangkapan tersangka narkotika jenis sabu-sabu di Kalimantan Utara (Kaltara), 38 kilogram.Perjalanan narkotika golongan satu dari Tawau ke Samarinda itu terhenti di tangan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Polres Bulungan, Sabtu (20/7) sekira pukul 08.00 WITA.190 ribu jiwa diselamatkan. Demikian asumsi BNN saat merilis tersangka pada kasus tersebut, Minggu (21/7) di Tanjung Selor.Kasubdit Interdiksi Darat dan Lintas Batas (DLB) pada BNN Kombes Pol Heri Istu Hariono menyampaikan, Kaltara mendapatkan perhatian khusus atas peredaran narkotika. Penyebabnya, letak geografis Kaltara memiliki daerah perbatasan darat dan laut. Kaltara jalur empuk masuknya narkotika.“Tingkat kerawanan masuknya narkotika dari luar negeri dengan memanfaatkan daerah perbatasan cukup tinggi,” ucap Kombes Heri Istu Harion di Mapolres Bulungan menghadap meja yang sebagian tertutupi barang bukti.Jalur tikus hingga ribuan, di sepanjang garis perbatasan dan pulau-pulau kecil. Kondisi ini menyulitkan petugas untuk menutup ruang gerak dan pintu masuk jalur narkotika ke Indonesia. Namun, BNN terus menguatkan sinergi lintas instansi guna melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan.Dirincikan, pelaku yang diamankan berinisial AF (20), warga Samarinda yang bermukim di Komplek Graha Indah, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).Pengungkapan itu bermula dari sebuah laporan atau informasi dugaan adanya pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar dari Tawau, Sabah, Malaysia. “Personel bergerak cepat atas informasi tersebut. Setidaknya membutuhkan waktu selama sebulan untuk mengungkap upaya pengiriman sabu tersebut,” jelasnya.

Komentar