Tujuh Ruas Tol Siap Lelang, Nilainya Rp151 Triliun

  • Bagikan
Tol Malang menuju Pandaan KM 65 di kawasan Desa Sumbersuko, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu ruas tol Trans-Jawa yang beroperasi pada Mudik 2019. (Mokhamad Zubaidillah/JAWA POS RADAR BROMO)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Diharapkan dengan adanya jalan tol baru tersebut dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan efisiensi biaya logistik.“Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan pendanaan (financial gap) infrastruktur. Terutama jalan tol demi ketepatan waktu penyelesaiannya, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.Pada 2019, Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan melelang tujuh ruas jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp151,13 triliun. Tujuh ruas tol yang akan dilelang merupakan ruas tol usulan dari badan usaha.Di antaranya jalan tol Semanan-Balaraja sepanjang 31,9 Km; Kamal-Teluknaga-Rajeg (38,6 Km); akses menuju pelabuhan Patimban (37,7 Km); Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (18,4 Km); Jogjakarta-Bawen (77 Km); Solo-Jogjakarta-Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo (91,93 Km); dan Balikpapan–Penajam Paser Utara (7,35 Km).Dari tujuh ruas tol, Jalan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara sudah dilakukan pelelangan dengan metode lelang hak menyamakan penawaran (right to match) pada PT. Tol Teluk Balikpapan. Ruas tol lainnya masih dalam tahap finalisasi desain.

Pengibaran Bendera Berlafaz Tauhid Tak Terkait HTIDilatih Pelatih Indonesia, Chou Tien-chen Juara Blibli Indonesia Open

  • Bagikan