Ada Penyuluhan Pendidikan Seks untuk Anak

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Makassar harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Jangan renggut masa depan si kecil.

Secara nasional jumlah kekerasan terhadap anak di tengah-tengah kehidupan masyarakat tercatat 52 persen sampai 58 persen dari jumlah pengaduan yang diterima divisi pengaduan Komnas Perlindungan Anak Indonesia didominasi kasus kekerasan seksual.

Selebihnya atau sekitar 48 persen adalah kasus-kasus kekerasan dalam bentuk lain seperti penelantaran anak, perampasan hak hidup anak, penganiayaan, penculikan dan perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual komersial, perebutan anak, serta berbagai bentuk eksploitasi.

Di Makassar sendiri berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar untuk hak asuh anak ada 100 laporan selama ini yang diterima. Pelecehan seksual sekira 70 kasus, dan yang terlibat narkoba ada 16 anak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Makassar, Makmur Payabo, mengatakan, pada prinsipnya momen Hari Anak Nasional ini menjadi momen bersama-sama untuk membenahi pola didik terhadap anak. "Semua harus peduli, baik dari masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Semuanya harus dipedulikan, meski bukan anak kita," katanya, Selasa (23/7/2019)

Selain itu kata dia, terkait kasus pelecehan seksual terhadap anak memang rata-rata dilakukan orang terdekat. Dikarenakan orang tua yang bercerai menuntut hak asuh. Kenapa kasusnya tinggi, karena antara ibu dan ayah memperebutkan anak. Sedangkan anak yang bermasalah tak perlu dikucilkan, apalagi dijauhi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...