Iran Klaim Tangkap 17 Mata-mata CIA, Ada yang Dihukum Mati

Selasa, 23 Juli 2019 - 10:19 WIB

FAJAR.CO.ID, TEHERAN– Pemerintah Iran, Senin, mengatakan telah menangkap 17 warga Iran yang dituduh memata-matai situs nuklir dan militer negara itu untuk CIA.

Mata-mata yang dituduh memiliki “pelatihan canggih” dan bekerja di “situs sensitif” dalam “bidang ekonomi, nuklir, infrastruktur, militer, dan dunia maya, atau sektor swasta mitra mereka,” kata Direktur Balasan Kementerian Intelijen Iran di Teheran seperti dilansir Iranian, Selasa, 23 Juli.

Mata-mata CIA itu semuanya warga negara Iran dan ditangkap beberapa bulan terakhir. Beberapa mata-mata itu dijatuhi hukuman mati dan kurungan dalam waktu lama, kata direktur kontra intelijen.

Ini Starter Barcelona Hadapi Chelsea di Jepang

Ini Starter Barcelona Hadapi Chelsea di Jepang

FOTO: Mufidah Kalla Ajak Istri Ma’ruf Amin Jalan-jalan Ke Sulsel

Menyikapi pengumuman itu, Presiden AS, Donald Trump membantah klaim Iran itu, dan menyebutnya sebagai propaganda.

“Laporan Iran menangkap mata-mata CIA benar-benar salah. Nol kebenaran,” tulis presiden di Twitter.

“Hanya lebih banyak kebohongan dan propaganda (seperti drone yang ditembakkan) yang dikeluarkan oleh Rezim Agama yang Buruk, Gagal dan tidak tahu harus berbuat apa. Ekonomi mereka sudah mati, dan akan jauh lebih buruk. Iran benar-benar berantakan!”

“Rezim Iran memiliki sejarah panjang berbohong,” kata Sekretaris Negara Mike Pompeo.