PLN Target Zero Accident di 2023

Selasa, 23 Juli 2019 08:55

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) terus melakukan upaya peningkatan mutu pengelolaan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Pasalnya, insiden K3 yang terjadi secara masif dapat membuat organisasi perusahaan bangkrut, lantaran menjual asetnya untuk membayar ganti rugi yang ditetapkan pengadilan.Risiko terburuk itu sangat mungkin terjadi jika aspek K3 tidak menjadi prioritas utama perhatian perusahaan.“Kami menyadari vitalnya aspek K3, karena bagi karyawan dan dukungan masyarakat sekitar area operasional khususnya, ini adalah aset terpenting perusahaan,” kata Antonius RT Artono, EVP Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan PLN, Senin (22/7)Anton menjelaskan, penyebab dari kecelakaan kerja umumnya dua aspek yakni, unsafe action dan unsafe condition. Penyebab pertama umumnya karena pengabaian terhadap peralatan dan prosedur keselamatan dalam bekerja.Misalnya, pekerja lalai dalam memakai berbagai alat perlindungan diri (APD), seperti helm, rompi, sepatu bot, sarung tangan, dan sebagainya.Sementara aspek kedua karena lingkungan kerja tidak aman seperti jalan licin, jalan berlubang, ataupun infrastruktur kerja yang kurang lengkap.Kecelakaan kerja itu sendiri biasanya merupakan buah dari pengabaian terhadap puluhan kali insiden near miss, atau hampir celaka. “Sebenarnya kami harus aware kejadian-kejadian penyebabnya kalau ada hampir celaka,” ujarnyaAnto mengatakan, data statistik, yang bersumber dari Rasio Insiden Model, dalam Teori Heinrich’s, Departemen Tenaga Kerja dan Industri – Pennsylvania, dinyatakan, dalam satu kali kecelakaan kerja itu, sebetulnya sebelumnya diawali dari 30 kali jenis kecelakaan yang injury, mengkibatkan korban meninggal atau berakibat fatal menjadi satu kecelakaan. Ini apabila dilihat dari statistik, rata-rata seluruh dunia seperti itu.

PLN Target Zero Accident di 2023

Komentar


VIDEO TERKINI