Properti Bisa Angkat Pertumbuhan dari Banyak Sisi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan, properti sektor yang dapat memberikan dampak cepat terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hal itu membuat pemerintah terus berdiskusi dengan pengembang mengenai, apa saja insentif yang dibutuhkan industri.

Dengan adanya insentif, sambung Suahasil, sektor properti bisa tumbuh lebih menggeliat.

“Namun, kami juga tidak bisa memberi keringanan dari sisi fiskal saja. Dari sisi moneter, juga harus ada dorongan untuk itu. Dari sisi pembiayaan yang langsung menyentuh konsumen, itu juga akan ikut membantu. Dari OJK dan BI juga ikut mendorong,’’ katanya, Minggu (21/7).

Penurunan suku bunga acuan ke level 5,75 persen diharapkan semakin menambah minat dan kemampuan konsumen untuk membeli properti.

Defisit Neraca Perdagangan USD8,7 Miliar, Terbesar Sejak Indonesia Merdeka

Bercinta 4 Kali, Guru Cantik Ini Salahkan Siswa karena Terobsesi padanya dan Agresif

PLN Target Zero Accident di 2023

Selain itu, kebijakan tersebut juga bisa mendorong kemampuan pengembang untuk ekspansi usaha.

Dengan insentif-insentif fiskal yang telah diberikan pemerintah sebelumnya, pengembang dapat lebih leluasa memutuskan rencana ekspansi dan kegiatan usahanya.

Hal tersebut juga baik untuk multiplier effect-nya. Sebab, multiplier effect properti akan merambah ke sektor lainnya.

Misalnya, penjualan semen, perdagangan alat bangunan, upah buruh bangunan, dan lain-lain.

’’Itu sebabnya kami mau properti ini bisa mengangkat pertumbuhan dari banyak sisi,’’ lanjut Suahasil. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...