ASITA: Diskon Tiket Tak Terasa ke Kunjungan Wisata

0 Komentar

fajar.co.id, makassar –– Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Sulsel, Didi L Manaba mengaku kebijakan diskon tiket terbatas tidak terasa. Bahkan menurutnya sama sekali tidak ada pergerakan wisatawan. Diskon terbatas tidak efektif.

“Kita di travel bingung. Diskon murah yang diberlakukan itu tidak ada efeknya. Bahkan kita cari sekarang tidak ada lagi itu tarif diskon. Sama sekali tidak ada lonjakan penerbangan domestik,” ungkapnya.

Didi berharap ke depan mesti ada aturan jelas terkait kebijakan tiket murah. Ada payung hukum seperti Keputusan Presiden atau minimal Keputusan Menteri. Sehingga hasil rapat koordinasi lebih bertaji.

“Kalau selalu sifatnya imbauan, tidak ada tekanan ke maskapai. Pasti maskapai ya terserah ikuti atau tidak, tidak ada sanksi. Bila tiket murah berlaku tiap hari dan tiap rute berlaku, ini yang kami baru acungi jempol,” tegasnya.

Pihaknya pun menolak wacana Kemenhub menggabungkan paket tiket murah pesawat dan diskon hotel. Menurutnya, Kemenhub fokus saja urus penurunan tiket pesawat. Tidak usah tarik-tarik industri lain.

“Kalau tiket pesawat sudah murah, tentu industri lain terutama di sektor pariwisata akan mengikuti. Tiket pesawat murah saja tidak jelas, ini Kemenhub mau tarik-tarik lagi perhotelan,” keluhnya.

Baca Juga: Tiket Murah Setiap Hari, Plus Diskon Hotel

Mulai Murah

Lion Air menjanjikan akan menurunkan harga tiket pesawat alias diskon tarif tiket hingga 50 persen. Diskon tarif tiket Lion Air tersebut tersedia untuk rute penerbangan tertentu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 10.00 hingga 14.00.

“Kami mulai terapkan Rabu ini skemanya. Sebenarnya kami sudah beri diskon tetapi baru 30 persen. Belum 50 persen,” ungkap bos Lion Air Group, Rusdi Kirana.

Disebutnya, keterlambatan ini bukan karena tidak patuh kebijakan pemerintah tetapi faktor penyesuaian. Sistem secara keseluruhan baru disesuaikan.

“Emang kami mintanya Rabu ini kan sistemnya perlu disesuaikan. Jadi mulai Rabu (tiket turun), itu 30 persen dari kapasitas pesawat,” kata dia.

Harus Transparan

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengungkapkan kebijakan diskon terbatas harga tiket maskapai penerbangan murah atau LCC memiliki titik lemah.

Sesuai dengan kesepakatan kata Susiwijono, maskapai LCC harus mengalokasikan 30 persen dari seluruh kursi pesawat untuk mendapatkan harga diskon.

“Begitu kami akses, misalkan hari ini saya lihat untuk tiket yang 2-3 minggu lagi, tiba-tiba loh kok enggak ada dapat tarif murah lagi,” kata dia.

Pemerintah menyadari penerapan diskon harga tiket pesawat secara terbatas itu tidak mudah untuk direalisasikan. Akan tetapi, pemerintah berharap seluruh maskapai LCC menerapkannya secara transparan.

“Jadi memang perlu transparansi. Hal ini penting agar calon penumpang bisa tahu apakah tiket diskon tersebut masih tersedia atau tidak,” tuturnya. (jpg)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar