Bahas Jumlah Utang Pemkab Tana Toraja, Dewan Tidak Kompak

FAJAR.CO.ID,TANATORAJA--Bahas jumlah utang Pemkab Tana Toraja, dewan tidak kompak. Hal  itu terlihat pada rapat paripurna dewan, Senin, (22/7). Agenda rapat pembacaan laporan pansus pertanggungjawaban APBD tahun 2018 alot.

Paripurna itu dijadwalkan akan dilanjutkan hari ini,setelah pemerintah daerah menyerahkan total utang yang akan dibayarkan. Perdebatan antar anggota dewan maupun dengan eksekutif tak terelakkan . Alotnya perdebatan itu mengakibatkan rapat paripurna diundur  hingga Rabu , 24 Juli.

Kerja pansus rupanya belum tuntas dan belum ada kesepakatan.

Perdebatan itu dipicu oleh jumlah utang yang harus dibayar pemerintah. Pansus mengusulkan 80 milyar sementara menurut hitungan BPK RI hanya sekitar Rp40 milyar saja.

Perbedaan data itu kemudian diminta oleh Welem Sambolangi, Ketua DPRD Tana Toraja, untuk harus dihitung kembali oleh eksekutif.

"Berapa sesungguhnya yang harus dibayarkan pemda , itu lah yang sepakati , kita berikan waktu dua hari untuk dihitung, " kata Welem, Rabu, 24 Juli.

Namun hal itu tak disetujui oleh anggota pansus, Yariana Somalinggi, ia minta data utang yang harus dibayar pemerintah daerah tidak sekedar menyerahkan jumlah tapi disertai penjelasan, karena data jumlah utang sudah ada ditangan pansus .

Bupati Nico Biringkanae mengatakan jika perhitungan jumlah utang itu akan kembali dilakukan bersama pimpinan OPD dan camat yang terbelit utang.

" Namanya utang pasti harus dibayarkan, berapa jumlahnya , kita akan hitung kembali sesuai dengan kesepakatan dewan, dan tentunya kita akan bayar sesuai dengan dengan aturan, " jelas Nico.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...