Detik-detik 2 Bocah Dicabuli di Semak-semak Usai Salat Magrib

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KOTABARU – Dua bocah pria berusia lima tahun MA dan FZ berhasil lolos dari upaya pencabulan. Begini ceritanya.

Sabtu (20/7), keduanya salat Magrib ke langgar dekat rumah mereka. Di Desa Mandin, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, sekitar enam kilometer dari pusat kota.

Sekitar pukul 19.00 mereka keluar langgar. Rencana mau pulang. Tiba-tiba datang seorang remaja berinisial AL dengan sepeda motor. Mengajak dua bocah itu cari makanan.

Walau tidak kenal, mendengar ajakan beli kue, dua bocah itu ikut. Namun bukannya dibawa ke warung, AL melaju ke arah jalan yang sunyi.

Dia menurunkan dua bocah itu di tepi jalan yang sepi. Ke semak-semak. AL coba memegang dan menggerayangi bagian vital dua bocah tersebut.

Kontan bocah-bocah itu menjerit. AL memukul dan mencekik. Agar bocah berhenti menjerit. Tapi mereka tetap menjerit. AL pun kabur memakai motornya.

Dua bocah itu pun menangis. Dan berjalan pulang. Di tengah jalan mereka ditemukan keluarga dan warga Mandin, yang sejak tadi rupanya sudah mencari.

Melihat bocah-bocah itu sembab dan luka, warga menanyakan apa yang telah terjadi. Berceritalah MA dan FZ.

Mendengar pengalaman mengerikan itu, Ayah korban pun marah. Bersama warga, dia segera melapor ke Mapolres Kotabaru.

Serang Tanaman Padi, Babinsa Diturunkan Berantas Hama

Star Market

Video Gol-gol Arsenal ke Gawang Madrid di Babak Pertama ICC 2019

“Malam itu juga ayah korban berinisial ZA melapor SPKT Polres Kotabaru,” ujar Kapolres Kotabaru, AKBP Suhasto melalui Kasat Reskrim, Iptu Iksan Prananto.

Malam itu juga, Iksan menurunkan Buser ke lokasi. “Perintah Kapolres harus segera dapat pelakunya,” ujarnya.

Minggu (21/7) kemarin, AL dibekuk aparat di rumahnya. Di Desa Semayap, sekitar lima kilometer dari pusat kota.

Kata Iksan, AL membenarkan dia berusaha memegang kemaluan dua bocah itu. “Ditanya kenapa memukul? Dia bilang, karena korban tidak mau menuruti kemauannya,” beber Iksan.

Polisi terus mengorek keterangan dari tersangka. Ternyata AL berperilaku menyimpang itu karena lingkungan. “Dia juga diperlakukan begitu oleh seorang temannya. Menular sepertinya,” ucap Iksan bergidik.

ekarang kasus AL katanya ditangani Unit PPA Polres Kotabaru. “Saya imbau, agar semua pihak terkait serius menyikapi ini. Jangan lagi ada kejadian serupa di Kotabaru,” imbaunya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar