Fintech Tumbuh Melesat 274 Persen

Rabu, 24 Juli 2019 - 11:49 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Daya jangkau pendanaan kredit perbankan yang terbatas membuat financial technology (fintech), tumbuh melesat hingga 274 persen dalam satu tahun terakhir.

Padahal, suku bunga yang dipatok pendanaan fintech terbilang jauh lebih tinggi, dibandingkan yang ditawarkan oleh perbankan.

Berdasarkan data terakhir Bank Indonesia (BI), jumlah borrower (peminjam) fintech pada Mei 2019 meningkat tajam menjadi sebesar 8,7 juta. Dibandingkan Maret 2018 lalu, jumlah borrower baru mencapai 1,32 juta.

Kendati demikian, Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, Mirza Adityaswara menyatakan, besaran pembiayaan kredit fintech masih terbilang kecil, yaitu sekitar Rp8,3 triliun.

Angka tersebut jauh tertinggal dibanding pendanaan sektor lainnya. Misalnya saja, kredit UMKM yang telah mencapai Rp1.000 triliun.

“Fintech angka (pendanaanya) masih kecil. Tapi tumbuhnya memang kencang ini 274 persen,” kata Mirza di Kantor BI, Jakarta, Selasa (23/7).

Megawati Kunci Prabowo Gabung Jokowi

Awal Agustus, BMKG Prediksi Belopa Dilanda Kemarau

Pesan Nikita Mirzani, All is Well Mba Nunung

Mirza mengatakan, pertumbuhan fintech terbilang cukup signifikan di tengah suku bunga yang dipatok sangat tinggi yang maksimal sebesar 24 persen. Hal itu membuktikan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan kredit sangat tinggi.

“Masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan pendanaan baik untuk produksi, maupun pendanaan buat kebutuhan konsumer yang belum terjangkau sistim perbankan. Sehingga pada tataran fintech melakukan pinjaman,” jelasnya.

Oleh sebab itu, kemunculan fintech yang semakin besar pelu diawasi secara khusus oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Informasi dan Informatika (Kemenkominfo). Apalagi, saat ini banyak bermunculan fintech bodong.

“Fintech yang ilegal ini ditutup, muncul-muncul lagi. Karena yang ilegal ganti nama terus. Jadi dibutuhkan kerjasama,” tukasnya. (jp)

Loading...

One thought on “Fintech Tumbuh Melesat 274 Persen

Comments are closed.