Formasi CPNS – PPPK yang Diusulkan Pemkab Bone

Rabu, 24 Juli 2019 - 08:29 WIB
Formasi CPNS

FAJAR.CO.ID,WATAMPONE— Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bone, telah usulkan kuota dan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke KemenPAN RB.

Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, A Irsal Mahmud mengatakan, formasi CPNS yang diusulkan terdiri dari tenaga pendidik (Guru), tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

“Kita baru mengusulkan jumlah kuotanya dan formasinya. Soal jumlahnya berapa yang disetujui, masih kita tunggu,” ungkap Irsal kepada Radar Bone (FAJAR Grup) belum lama ini.

Irsal menyebutkan, kuota yang diusulkan terdiri dari 77 kuota. “Termasuk kita usulkan juga kuota P3K sebanyak 158 orang,” terangnya.

Mengenai kuota yang diusulkan, yang dinilai minim, Irsal menegaskan, itu disesuaikan dengan jumlah ASN yang akan memasuki masa pensiun tahun ini. “Ada sekitar 250 orang ASN yang akan pensiun. Jadi kuota yang kita usulkan menyesuaikan dengan jumlah itu (ASN pensiun),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) membuka kran untuk rekrutmen CPNS dan P3K. Irsal menyebutkan, Kabupaten Bone, merupakan salah satu daerah yang mendapat kuota tersebut.

“Kita usulkan 77 kuota CPNS dan 158 kuota P3K,” ungkap Irsal kepada RADAR BONE, Senin 15 Juli kemarin.

Sedangkan jabatan apa saja yang akan dibuka, Irsal menegaskan, diproritaskan untuk jabatan berkaitan dengan layanan publik. Tenaga pendidikan dan kesehatan kata dia, tetap menjadi salah satu prioritas.

Terkait hasil rekrutmen P3K sebelumnya yang dinyatakan lolos seleksi kata Irsal, sisa menunggu formasi dari KemenPAN.

“Ada 492 yang memenuhi passinggrade dan itu sisa menunggu formasi,” ujar Irsal sembari menyebut dari 492 yang lolos tersebut 86 diantaranya merupakan penyuluh pertanian.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan, tahun ini pemerintah menyiapkan alokasi 254.173 untuk formasi CPNS dan PPPK. Namun dari jumlah tersebut yang terbesar akan direkrut adalah PPPK.

“Dari 254.173 formasi, kuota PPPK untuk pusat dan daerah adalah 168.636. Sisanya (85.555) untuk CPNS yang terdiri dari ikatan dinas 5.769 dan pelamar umum 79.768,” kata Bima dikuti dari Jawapos.com, Selasa 16 Juli kemarin.

Bima menambahkan, formasi PPPK lebih banyak daripada CPNS karena pemerintah fokus menyelesaikan masalah honorer K2 maupun nonkategori. Dalam rekrutmen PPPK tahap II ini, tidak hanya honorer K2 yang bisa kut. Honorer non K2 juga bisa ikut seleksi.

“Tenaga guru masih jadi prioritas utama karena kekurangan guru. Ini akan diselesaikan duluan, ditambah jabatan lainnya,” ucapnya.

Bima lagi-lagi menegaskan, rekrutmen PPPK akan lebih dulu digelar. Kemudian seleksi CPNS. Kapan itu, menurut Bima nanti setelah rekrutmen CPNS dari sekolah kedinasan dan Papua selesai.
Meski begitu, lanjut dia, Menteri PAN-RB Syafruddin sudah memperkirakan waktu pendaftaran CPNS sekitar Oktober.

Sementara pembukaan lowongan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Agustus mendatang

loading...