Kemarau, Ajak Petani Asuransikan Sawah

Rabu, 24 Juli 2019 19:15

FAJAR.CO.ID, GARUT—Musim kemarau merupakan momentum tepat mengajak petani ikut program asuransi. Dengan  asuransi, kerugian petani akibat gagal panen akan diganti rugi oleh pihak asuransi. Petani pun bisa lepas dari kerugian total.Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian, Direktorat Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (PSP) Kementan, Waluyo menyebutkan, di saat kemarau datang, kecenderungan petani mengasuransikan lahan sawahnya meningkat. “Iya ada kenaikan, jika dibandingan pada saat iklim normal. Mungkin karena makin banyak yang menyadari manfaat asuransi pertanian,” kata Waluyo, Rabu (24/7).Dia menyebutkan, sampai awal Juli 2019, jumlah lahan sawah yang sudah diasuransikan seluas 300.000 ha. Angka itu terus meningkat hingga hari ini. “Dalam dua bulan terakhir ini minat petani ikut asuransi cukup tinggi. Terus ada peningkatan sampai hari ini,” ungkapnya.Dari jumlah lahan sawah yang ikut asuransi tersebut, Provinsi Jawa Timur paling luas, yaitu 151.000 ha, kemudian Jawa Barat (59.000 ha), Kalimantan Barat (29.000 ha), Jawa Tengah (18.000 ha), Sulawesi Tengah (14.000 ha) dan provinsi lain di bawah 10.000 ha.Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jawa Barat, misalnya. Mereka mengajak para petani untuk ikut Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP) guna mencegah kerugian lebih besar ketika tanamannya terjadi gagal panen yang disebabkan berbagai masalah, seperti dilanda kekeringan akibat musim kemarau.“Kami sudah mengarahkan petani untuk mengikuti asuransi tersebut karena sangat membantu petani,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Deni Herdiana.

Komentar


VIDEO TERKINI