KT Mesti Jadi Kartu Sakti Petani

Rabu, 24 Juli 2019 19:12

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan pelayanan transaksi Kartu Tani (KT) di kios pupuk. Bagi Kementan, KT adalah kartu sakti yang bisa membuat petani mendapat pelayanan yang baik.Direktur Pupuk dan Pestisida, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Muhrizal Sarwani menyebut, KT yang telah di-launching penggunaannya untuk menebus pupuk bersubsidi pada Januari 2018, punya banyak manfaat.“Kartu Tani bisa disebut sebagai kartu sakti dengan multifungsi. Petani yang telah memiliki Kartu Tani tentunya sangat beruntung. Kartu Tani tak sekadar sebagai kartu identitas petani, namun memiliki banyak manfaat lain bagi petani, sehingga memudahkan petani dalam melakukan transaksi,” jelas Muhrizal, Rabu (24/7).Mengingat KT ini sendiri merupakan alat transaksi yang berbentuk kartu debit, akan bisa berfungsi sebagai pendataan penerimaan jatah pupuk bersubsidi. Kartu Tani juga bisa digunakan untuk transaksi.”Petani yang telah menerima Kartu Tani bisa memanfaatkannya untuk menebus pupuk bersubsidi di kios pupuk. Dengan adanya Kartu Tani ini menebus pupuk bersubsidi jadi lebih praktis dan mudah,” kata Muhrizal.Dia menjelaskan, ke depan petani disyaratkan memiliki memiliki Kartu Tani untuk mendapatkan pupuk subsidi dan bantuan pemerintah lainnya. Dengan memiliki Kartu Tani, petani dipastikan mendapat kuota pupuk subsidi dan non subsidi.”Untuk itu, kami mendorong daerah untuk segera menyelesaikan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), karena RDKK jadi database (pangkalan data) Kartu Tani dan pembagian pupuk bersubsidi,” ujar Muhrizal.

Komentar


VIDEO TERKINI