Motif Cinta Segitiga, Dua Orang di Jeneponto Dibunuh Secara Sadis

Rabu, 24 Juli 2019 - 14:11 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Masyarakat di Kampung Batu Leleng Barat, Desa Mallasoro Kecamatan Bangkala, Jeneponto, dihebohkan dengan perkelahian yang berujung kematian.

Kejadiannya terjadi pada Rabu, 24 Juli 2019, sekitar pukul 05.00 wita. 

Dari bahan keterangan (baket) yang diterima dari Polres Jeneponto, kejadian ini bermula sekitar pukul 04.30 wita, korban bernama Mappa Daeng Ngence (74) sementara memperbaiki jaring rumput laut di teras rumahnya. 

Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 05.00 wita pelaku bernama Bisa Daeng Kulle (72) langsung turun dari rumahnya, kebetulan rumah pelaku dan korban saling berhadapan.

Adu mulut keduanya pun terjadi. Pelaku dengan membawa sebilah parang yang terselip dipinggangnya kemudian menghampiri korban dan terjadilah pertengkaran. 

Sehingga pelaku marah naik pitam, kemudian langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan parang dengan cara menebas korban secara berulang kali sehingga mengakibatkan korban mengalami luka terbuka pada lengan kanan dan kiri, luka terbuka pada dada, luka terbuka pada leher, luka terbuka pada muka, jari tangan sebelah kirin terputus, dan korban meninggal dunia di tempat. 

Tidak sampai disitu saja, setelah melakukan penganiayaan pelaku yakni, Bisa Daeng Kulle kembali ke rumahnya dan bersembunyi di kamar.

Pihak keluarga korban yakni Mappa Daeng Ngence mendatangi rumah pelaku untuk menyuruh pelaku untuk turun dari rumah.

Tetapi pelaku tidak mau turun dari rumah sehingga keluarga korban memaksa dengan cara melempari dan membongkar dinding rumah pelaku.

Dalam kondisi terkepung, pelakupun akhirnya turun dari rumah dengan membawa parang dan sempat menyerang keluarga pihak korban. Namun, pelaku mendapat perlawanan dari keluarga korban dengan cara melempari batu dan potongan kayu.

Sehingga pelaku tersebut mengalami luka terbuka pada kepala bagian kanan, luka terbuka pada pergelangan tangan kiri, luka memar pada punggung akibat dari amukan warga dan keluarga korban, dan pelaku sempat dilarikan ke RSUD Lanto Dg Pasewang namun tidak dapat ditolong dan meninggal dunia di RSUD Lanto Dg Passewang. 

Kasus penganiayaan tersebut diduga karena pelaku mencurigai korban menjalin hubungan asmara dengan istri pelaku, sehingga pelaku mendatangi korban dan menayakan kecurigaan pelaku sehingga terjadi pertengkaran mulut sehingga naik pitam dan langsung melakukan, penganiayaan dengan menggunakan parang. 

Kemudian, istri pelaku bernama Bunga Daeng Bau jadi sasaran oleh pihak keluarga korban karena mengingat permasalahan tersebut terjadi akibat dugaan adanya hubungan asmara dengan korban. (taq)