Star Market

  • Bagikan
Satu jam kemudian dilakukanlah ini: penjualan saham salah satu perusahaan itu dihentikan. Terlalu laris. Harga sahamnya naik sampai lebih 400 persen. Hanya dalam waktu satu jam. Ketika penjualan dibuka lagi terjadi kegilaan lagi. Dihentikan lagi 10 menit. Lalu dibuka lagi. Aturannya memang begitu. Begitu harga naik 30 persen harus ditutup. Setelah ditutup 10 menit harus dibuka lagi. Kalau masih naik lagi lebih 30 persen lagi harus ditutup lagi. Selama 10 menit lagi. Setelah itu dibuka lagi. Diserahkan ke mekanisme pasar. Batas 30 persen, dua kali, itu juga keistimewaan Star Market. Untuk saham di papan utama batas itu 20 persen. Bukan main terkejutnya pasar modal Shanghai. Mana ada bisnis seperti ini: dalam satu jam untung empat kali lipat. Nama perusahaan yang sahamnya sampai ditutup dua kali itu adalah: Shanghai Anji Microelectronics. Bergerak di bidang mikrocip. Tidak hanya Anji yang laris. Semua perusahaan startup tersebut tremendous. Hanya empat yang naiknya 80 persen. Haha... Naik 80 persen disebut 'hanya'. Yang lima lagi naik 90 persen. Selebihnya naik ratusan persen. Tiga di antaranya naik di atas 200 persen. Lihat daftar di kolom terakhir. Mereka pun berhasil mendapatkan modal tanpa bunga sebesar lebih Rp 70 triliun. Dalam satu hari. Sampai ada yang menilai harga itu sudah terlalu mahal. Hati-hati. Mahal dilihat dari mana? Untuk menilai itu biasanya dilihat dari laba, aset dan seterusnya. Namun mereka itu belum punya laba. Praktis tidak punya aset nyata. Yang ada adalah aset masa depan. Laba masa depan. Begitu gilanya kita melihat masa depan. Padahal banyak di antara kita yang gila masa lalu. Hobinya melihat spion.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan