Begini Langkah Kementan Bersama Kemen PUPR Antisipasi Kekeringan


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) bahu-membahu mengantisipasi dampak kekeringan lahan pertanian. Berbagai upaya dilakukan agar tanaman padi tidak mengalami pusoDirektur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy mengakui, beberapa daerah pertanian mengalami kekeringan. Pihaknya pun mendorong petani memanfaatkan segala sumber air.“Bagi sawah yang sudah ditanami padi, bisa memanfaatkan sumber air yang ada. Jika sumber air sungai tidak tersedia, maka petani dianjurkan memanfaatan sumber air tanah,” kata Sarwo Edhy, Kamis (25/7).Dia menyebutkan, bagi petani yang belum tanam, disarankan untuk tidak menanam padi dan mengganti dengan tanaman lain (palawija) yang tahan dengan air. Menurut dia, jika sumber air tersedia (sungai) petani bisa memanfaatkan dengan menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan).“Hal ini penting dilakukan oleh petani agar tanaman padi tidak puso. Petani bisa memanfaatkan banyuan pompa air untuk menyalurkan sumber air,” ujar Sarwo Edhy.Kementan jauh hari sudah melakukan berbagai antisipasi kekeringan dengan membangun atau memperbaiki sarana dan prasarana pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan agar produksi pangan nasional tidak terganggu.Tahun 2019, misalnya, Kementan telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier seluas 67.037 ha. Sementara Irigasi Perpompaan yang dilakukan sebanyak 467 unit. lrigasi Perpipaan 138 unit, Pembangunan Embung/Dam Parit/Long Storagesebanyak 400 unit dan Cetak Sawah seluas 6.000 ha.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...