Gerakan Smart City Harus Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut Gerakan Smart City atau Kota Cerdas di sejumlah daerah berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pasalnya, Smart City mampu mengakselerasi peningkatan kualitas program layanan publik.

Demikian disampaikan Menteri Rudiantara usai menghadiri Indonesia Internasional Smart City Forum 2019 di JCC Senayan. Menurut Rudiantara, kesuksesan implementasi Smart City sejatinya dilandasi ikhtiar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi membangun Smart City itu, bukan hanya membeli teknologi, bukan membeli komputer, bukan membeli software, bukan hanya membeli CCTV. Tapi, bagaimana pemerintah daerah memperbaiki layanan publik,” kata Menteri Rudiantara, Rabu (17/7/2019) saat hadir di Makassar.

Menteri Rudiantara menjelaskan, Program Smart City ini dilakukan melalui proses yang baru sebagai cara untuk melayani masyarakat. Dengan begitu baru akan tahun teknologi apa yang sesuai untuk digunakan pemerintah daerah.

“Jadi harus dilakukan pemetaannya terlebih dahulu, baru dicari teknologi yang cocok apa. Bukan beli komputer terus nanti dipakai apa yaa komputernya. Itu jangan, pendekatannya harus dari proses yang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Rudiantara memaparkan, Program Smart City ditargetkan sebanyak 100 kota dan kabupaten. Pada tahun 2019 ini telah bertambah 25 kota dan kabupaten. Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, program tersebut telah menjangkau 75 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Kenapa tadi baru 100 (Smart City), karena ada beberapa kriteria, seperti kita harus lihat kemampuan fiskalnya atau ruang fiskalnya. Kalau ada Pemda yang APBD nya mayoritas dipakai belanja rutin, ya agak berat lah untuk menjadi Smart City, bukan tidak bisa tapi perlu waktu yang lebih lama,” imbuhnya

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...