Hanura Minta Jokowi Hargai Pengusung yang Tak Lolos Senayan

2 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) meminta Jokowi menghargai partainya. Itu setelah partai ini gagal lolos ke senayan.

Diketahui, ada lima parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin tak lolos ke ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada Pemilu 2019. Satu di antaranya adalah Partai Hanura.

OSO pun berharap peran elemen partai yang dipimpinnnya dan parpol lain yang tidak lolos juga dipikirkan Jokowi. Sebab parpol-parpol pendukung yang tidak lolos itu telah mewarnai dan ikut berjuang memenangkan sang petahana. Tidak hanya itu, parpol tersebut memperoleh suara, mempuanyai pendukung, dan pengurus.

“Bukan perlu mendapatkan kursi di kabinet. Tapi perlu dipikirkan. Yang tidak lolos itu juga punya warna, punya angka, punya jumlah yang mendukung Pak Jokowi. Jadi harus dihargai,” ujar OSO di Gedung DPR, Rabu (24/7).

OSO berharap, ke depannya partai-partai yang tak lolos ke parlemen itu tetap berkomunikasi dengan kepala negara, Jokowi dan Ma’ruf Amin. Komunikasi itu merupakan bentuk perhatian ke Jokowi-Ma’ruf Amin.

Asumsi PKB Soal Pertemuan Megawati dan Prabowo

44 Diplomat AS Alami Gangguan Kerja Otak

Bibir Merah Merona Secara Alami

Jika lima parpol itu terus dilibatkan, nilai mereka jauh lebih penting ketimbang mendapatkan posisi menteri di kabinet. “Umpamanya setiap kali event dilibatkan, diundang. Itu apresiasi yang lebih tinggi nilainya daripada menempatkan seorang di kabinet,” katanya.

Wakil Ketua MPR itu percaya Presiden Jokowi tidak akan meninggalkan partai-partai yang tidak lolos ke Senayan. Pasalnya mantan gubernur DKI Jakarta itu bukanlah orang yang seperti kacang lupa kulitnya. Jokowi lahir dari bawah. Menata karir politik dari bawah. Tidak pernah jumawa walaupun sudah menjadi kepala negara.

“Pak Jokowi itu orang yang dari bawah dia selalu menghormati orang yang bawah. Jadi mudah-mudahan itu tetap dia pegang,” pungkasnya.

Sedangkan lima parpol dari gagal masuk ke Senayan adalah Hanura, Perindo, PBB, PKPI, dan PSI. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...