KPK Tangkap Tangan Kanan Bupati Labuhanbatu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menangkap Umar Ritonga, tangan kanan mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap.

Pria yang ditangkap pada Kamis (25/7) pagi itu merupakan tersangka kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.

Sebelum berhasil diringkus, Umar Ritonga sempat menjadi buron KPK selama setahun. “Pagi ini pukul 07.00, KPK menangkap seorang yang masuk DPO dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara yaitu UMR (Umar Ritonga),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (25/7).

Febri merinci, Umar ditangkap tim KPK ketika tengah berada di rumahnya, yakni Labuhanbatu. Dalam proses penangkapan Umar ini, tim KPK dibantu anggota Polres Labuhanbatu. Pihak keluarga hingga Lurah setempat juga koperatif dalam proses penangkapan terhadap Umar.

Baiq Nuril Berjuang Dapat Amnesti, Senayan Aklamasi

Gerakan Smart City Harus Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Sebelum Meninggal, AKP Tombong Masih Sempat Cerita Soal Pensiun

“UMR segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut,” ucap Febri.

Status buron ditetapkan lantaran Umar yang menyandang status tersangka kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu dan tak kunjung menyerahkan diri. Padahal Umar sudah kali diultimatum lembaga antikorupsi tersebut.

KPK berharap penangkapan Umar ini menjadi pembelajaran juga bagi pelaku lain untuk bersikap koperatif dan tidak mempersulit proses hukum.

“KPK berharap penangakapan DPO ini menjadi pembelajaran bagi pelaku lain untuk bersikap koperatif dan tidak mempersulit proses hukum. Baik yang telah menjadi DPO ataupun saat ini dalam posisi sebagai tersangka korupsi,” tukasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...