Nunggak Pajak, Bapenda Kota Semarang Segel Sejumlah Tempat Usaha

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang tidak main-main dengan para wajib pajak yang melalaikan kewajiban membayar pajak.

Hal itu dibuktikannya dengan penyegelan terhadap sejumlah tempat usaha, yang dinilai tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan tunggakan pajak mereka.

Tiga objek pajak yang disegel hari ini, Rabu (24/7), oleh Bapenda bersama pihak terkait yaitu Satpol PP Kota Semarang dan aparat penegak hukum dari TNI-Polri adalah Nozz Hotel yang beralamat di Jalan Amarta Raya.

Selain itu Seven Bar & Resto di Jalan Puri Anjasmoro Raya dan warung Soto Ayam Khas Semarang Pak Man di Jalan Pamularsih Raya. Stiker dan spanduk penyegelan dipasang di bagian depan bangunan tiga tempat tersebut.

Stiker tersebut bertuliskan “Tempat Ini Sementara Ditutup dan Dihentikan Kegiatannya karena Melanggar Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Pajak Restoran”.

Sementara tanda penyegelan berupa spanduk juga mencantumkan tegas “Tempat Usaha Ini Belum Memenuhi Kewajiban Perpajakan Daerah”, berikut toleransi waktu selam tujuh hari untuk melunasi kewajibannya.

“Ketiganya wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban perpajakan,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah I Bapenda Kota Semarang, Ellyasmara, yang memimpin yustisi gabungan.

Hal itu disampaikannya saat operasi yustisi dan penyegelan tiga tempat tersebut yang dilakukan Tim Yustisi Pajak Daerah dari Bapenda Kota Semarang karena menunggak pajak.

Ellyasmara mengatakan, pihaknya akan menutup sementara operasional ketiga tempat tersebut sampai mereka menyelesaikan kewajiban perpajakannya. Mereka akan diberikan waktu selama tujuh hari, jika tidak juga menyelesaikannya maka akan direkomendasikan untuk dicabut izin usahanya dan ditutup total.

Adapun pelanggaran yang dilakukan oleh ketiga tempat tersebut, lanjut Ellyasmara, untuk Nooz Hotel menunggak pembayaran Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB) sebesar Rp 71 juta.

“Seven Bar & Resto juga sama belum menyelesaikan kewajiban SKPDKB dan juga tidak membayar pajak bulanan tagihan total Rp 31 juta,” ungkapnya.

Sementara untuk warung Soto Pak Man, menurut Ellyasmara pemilik belum pernah sekalipun melakukan kewajiban perpajakan, seperti melaporkan dan membayar.

“Warung Soto Pak Man khusus yang di Jalan Pamularsih Raya ini belum sama sekali melakukan kewajibannya, dari bulan Maret 2018 hingga sampai saat ini. Melaporkan saja belum apalagi membayar,” tegasnya.

Ellyasmara mengungkapkan, sebelum dilakukan penutupan operasional sementara tersebut, pihaknya sudah melakukan upaya persuasif dengan mengirimkan surat pemberitahuan dan teguran sebanyak tiga kali kepada wajib pajak.

“Upaya persuasif sudah dilakukan tetapi masih belum juga diselesaikan kewajiban tersebut. Mereka melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang pajak restoran, dan Perda No 3 Tahun 2011 tentang pajak hotel. Jadi apabila dua bulan berturut-turut tidak membayar pajak, pemerintah berhak menutup dan mencabut izin usaha,” ungkapnya.

Sementara, pemilik warung Soto Pak Man, Sholeman mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan kewajiban sebagai wajib pajak berupa melaporkan dan membayar pajak yang selama ini belum terbayar. “Akan segera kami selesaikan, hari ini juga di Kantor Bapenda,” katanya. (sen)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...