Amnesty Bawa Kasus Novel Baswedan ke PBB

Jumat, 26 Juli 2019 - 12:49 WIB
Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (10/7). Jika hasil Investigasi TGPF tidak sesuai harapan, bersama dengan YLBHI, LBH Jakarta, Kontras, ICW, Amnesty Internasional, PSHK AMAR serta serta sejumlah kelompok yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil, mendesak agar Presiden yang langsung turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini, agar tidak menjadi ancaman bagi upaya pemberantasan korupsi. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Amnesty International Indonesia membawa kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan ke ranah internasional. Mereka akan mengangkatnya ke kongres Amerika Serikat, juga ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan, ada tiga alasan yang menjadi dasar keputusan ini diambil. Pertama karena isu korupsi sudah menjadi masalah global yang sangat penting.

Levelnya sudah setara dengan isu pelanggaran HAM, kesetaraan gender, dan pemanasan global. “Kami menilai serangan yang ditujukan terhadap Novel Baswedan sangat memperlihatkan hubungan erat antara isu korupsi dan HAM,” ujar Usman kepada wartawan, Jumat (26/7).

Amnesty menyampaikan, selain Novel masih banyak penyidik yang mendapat intimidasi karena mengusut kasus korupsi. Sehingga semakin banyak dukungan dari dalam dan luar negeri amatlah penting guna mencegah serangan semacam itu terulang.

Majukan Lagu Bugis Lewat Konten Video

Kontribusi Pegadaian ke Negara Rp2,8 Triliun

Gempita Luwu Utara Pertanyakan Eskavator Bantuan Kementan

“Kedua, serangan terhadap Novel bukanlah masalah Novel semata, tetapi masalah serius yang mengancam kelanjutan pelaksanaan agenda reformasi di Indonesia khususnya dalam bidang pemberantasan korupsi dan penegakkan HAM,” imbuhnya.

Alasan terakhir, lanjut Usman, kasus Novel adalah ancaman terhadap siapapun yang memperjuangkan tegaknya negara hukum dari praktik korupsi maupun kekerasan dan pelanggran HAM.

Kasus Novel memperlihatkan ancaman bisa menimpa, tidak hanya aktivis yang biasanya berada di luar pemerintahan, tetapi juga pada setiap aparat penegak hukum dan pejabat pemerintahan.

“Jadi, kasus Novel ini harus jadi pemersatu kerja sama komponen bangsa. Bukan cuma aktivis anti korupsi, HAM, lingkungan, dan kesetaraan gender, tapi juga aktivis dan para penegak hukum dan pemerintahan,” pungkasnya. (jp)

loading...

One thought on “Amnesty Bawa Kasus Novel Baswedan ke PBB

Comments are closed.