Gara-gara Selebaran, Pembukaan Musda Golkar Sulsel Diwarnai Kericuhan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pembukaan Musda DPD I Golkar Sulsel diwarnai kericuhan di Hotel Novotel, Jumat, 26 Juli 2019. Kericuhan bermula ketika sejumlah kelompok yang mengatasnamakan kader dan simpatisan membagi selebaran di area Musda.

Panitia Musda yang merasa terusik dengan kegiatan pembagian selebaran itu melakukan pengusiran. Hingga akhirnya aksi saling dorong tak terhindarkan.

Salah satu kader yang diusir dari area Musda yakni Wakil Sekretaris Bappilu Golkar Makassar, Hamzah Abdullah. Dia membawa ratusan selebaran itu saat Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid, memberikan sambutan.

Sekadar diketahui, selebaran yang dibagikan berisi penolakan Nurdin Halid sebagai calon ketua DPD I Golkar Sulsel. Mereka juga menilai Musda terkesan dipaksakan.

Hamzah Abdullah menyebut, penyelenggaraan Musda ini tidak berdasar pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Musda Nomor 05/2016. Dalam Juklak itu diatur bahwa kepanitiaan terbentuk 15 hari kerja hingga pelaksanaan Musda.

Kata dia, dalam Juklak, proses Musda ada verifikasi dan pendaftaran bakal calon waktunya tidak sempit seperti ini. “Dengan kesan terburu-buru maka dipastikan tidak ada ruang dan waktu bagi kader Partai Golkar yang akan maju menjadi calon ketua DPD untuk ikut mempertimbangkan dan menyatakan kesiapannya maju dalam Musda tersebut,” kata Hamzah Abdullah.

Pernyataan sikap oleh sejumlah kader dan simpatisan yang tertuang di dalam selebaran tersebut, terbagi ke beberapa poin:

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...