Kian Meriah


Johnson juga akan terus menjadi bintang di media. Apa pun dampaknya.Johnson juga senang main kata-kata. Senang mengejek orang. Senang menyerang balik. Tipis kulit dan telinganya.Namun ada jenakanya. Dan lebih intelektual — khas Inggris.Misalnya saat Johnson jadi wali kota London. Yang begitu banyak berbuat. Selama delapan tahun.Waktu itu Trump bilang ‘London bisa tidak jadi pilihan untuk dikunjungi karena Islam radikalnya’. Trump belum jadi presiden saat mengatakan itu. Capres pun belum.Johnson langsung membalas. “Orang tidak akan mau ke New York. Takut ketemuan Trump di salah satu pojok kotanya.”Johnson sendiri lahir di New York. Ayahnya Inggris. Ibunya pelukis terkenal Amerika.Kelahiran bayi Johnson didaftarkan juga di konsulat Inggris. Agar bisa mendapat dua kewarganegaraan.Pintar, nakal, mbeling dan urakan. Itulah masa remaja Johnson.Ia sekolah di SMA yang didirikan raja Inggris di tahun 1440-an. Menjelang akhir masa kejayaan Majapahit.Ia ingin lulus No. 1 tetapi hanya berhasil No. 1 untuk kelompok di bawah level terbaik.Johnson sudah ahli debat sejak sekolah. Lalu jadi aktivis mahasiswa. Kemudian jadi wartawan.Pindah-pindah koran. Juga pindah dari istri pertama ke wanita kedua. Akhirnya jadi anggota DPR dari partai konservatif.Kini Johnson perdana menteri.Susunan kabinet barunya didominasi aktivis Brexit — gerakan keluar dari Eropa. Yang membuat sebagian orang Inggris waswas. Jangan-jangan akan terjadi gejolak ekonomi yang keras — hard landing.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR