Anggota DPRD Bolos, Sidang Paripurna Terpaksa Ditunda

Sabtu, 27 Juli 2019 12:16

FAJAR.CO.ID,LAMANDAU– Jelang akhir masa jabatan, anggota DPRD Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng), tampak mulai bermalas-malasan. Akibatnya beberapa kali sidang paripurna DPRD terpaksa ditunda akibat tidak memenuhi kuorum.Termasuk pada sidang rapat paripurna yang digelar pada Kamis (25/7) kemarin. Saat itu agenda sidang adalah mendengarkan tanggapan eksekutif terhadap tanggapan fraksi-fraksi pendukung DPRD. Sebanyak 12 orang dari 20 anggota DPRD tidak hadir. Sehingga sesuai mekanisme, sidang terpaksa ditunda dua kali.“Kami minta maaf atas penundaan ini, karena sesuai mekanisme tatib jika tidak memenuhi kuorum memang harus ditunda,” jelas Ketua DPRD Lamandau, Tommy H Ibrahim, dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Sabtu (27/7).Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto saat membacakan tanggapan eksekutif menjawab sejumlah pertanyaan dari fraksi-fraksi. Di antaranya pertanyaan dari fraksi PDI Perjuangan yang menyebutkan penggunaan dana hibah mencapai Rp 16 juta untuk Yayasan Lantang Torang yang pengelolaanya tidak sesuai dengan NPHD (naskah perjanjian hibah daerah).Sehingga mengakibatkan terganggunya proses rekrutmen mahasiswa dan terganggunya pembangunan dan fasilitas sehingga proses belajar-mengajar di Politeknik tersebut terhambat.“NPHD disusun dan diajukan untuk rencana kebutuhan selama 3 (tiga) tahun, untuk Jaminan Prodi dan Jaminan Institusi, Belanja Pegawai, Belanja Dosen, Operasional Kampus dan Sarana Prasarana (Sapras),” jelas Riko.Sehingga dana hibah yang sebagaimana diketahui sebelumnya sempat di depositokan ke sejumlah koperasi, pihak eksekutif seolah tidak mengganggu operasional politeknik.Karena menurut pihak eksekutif, saat ini operasinal Politeknik masih pinjam pakai menggunakan ruang diklat BKPSDM di dekat alun-alun, mengingat Sapras di Kampus Kujan belum sepenuhnya bisa operasional. Namun proses perkuliahan tetap berjalan.Mahasiswa angkatan I Tahun Ajaran 2018/2019 untuk 3 (tiga) prodi keseluruhan berjumlah 45 orang dan sudah berjalan sampai semester II dan saat ini sedang mulai Penerimaan Mahasiwa Baru untuk angkatan 2019/2020.“Sejauh ini proses belajar mengajar berjalan baik. Untuk kegiatan praktikum prodi ternak dan perkebunan masih Pinjam Pakai Laboratorium Gaharu dan Laboratorium Balai Benih serta Laboratorium Peternakan milik Pemerintah Kabupaten Lamandau,” ungkap Riko.

Komentar