Ditarget Rp400 Miliar, Terealisasi Rp264 Miliar

PAD

FAJAR.CO.ID,  MALILI—Kinerja Pemerintah Luwu Timur sangat lemah menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Realisasi pendapatan asli daerah hanya mencapai Rp264 miliar dari target Rp400 miliar.Badan Anggaran (Banggar) DPRD Luwu Timur menyoroti kinerja pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak mampu memberi kontribusi PAD.Anggota Banggar DPRD Luwu Timur, Najamuddin, mengatakan, personil pendapatan sangat minim dan hanya menerima data.”Pendapatan daerah hanya diurus oleh beberapa orang yang ada di bidang pendapatan. Padahal, pundi-pundi PAD masih banyak belum digali,” kata Najamuddin kepada FAJAR, Jumat 26 Juli.Menurut legislator Golkar ini, dari target Rp400 miliar. Realisasi sangat minim. Pendapatan daerah hanya Rp264 miliar. Lantaran masih banyak obyek PAD yang belum digarap. Salah satunya, pembangunan jalan yang dilakukan PT Vale. Tambang galian batuan bukan logam ini masuk sektor pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini tidak pernah ditarik. Sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) yang dimodali daerah Rp3 miliar tidak jalan.Begitu juga dengan PDAM dibantu Rp1 miliar kebih per tahun juga belum mampu memberi kontribusi.Dia menyarankab agar Dinas Pengelola Keuangan dan Aset dipisahkan dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda).”Bagaimana kita tahu berapa produksi Vale, produksi CPO PT Perkebunan Nusantara, dan perusahaan lainnya kalau tidak ada orang yang ditugaskan mengawasi,”paparnya. Kalau potensi telah dimiliki dan pengelola sudah berjalan baik, APBD Lutim dari Rp1,5 triliun akan naik menjadi Rp2.triliun.

Komentar

Loading...