Lahirkan Ramang Baru Lewat Gaya Filanesia

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Makassar, bertekad melahirkan Ramang baru. Ini mengemuka dalam diskusi bola sekaligus silaturahmi.

Diskusi dihadiri Direktur Teknik PSSI, Danurwindo dan Instruktur PSSI, Mundari Karya. Keduanya membagikan filosofi bermain bola yang baik, memecahkan masalah bermain khususnya teknik.

Direktur Teknik PSSI, Danurwindo mengungkapkan, saat ini rata-rata pemain sepakbola, bermain menggunakan kaki dulu baru kepala. Seharusnya kepala dulu baru kaki, untuk mereka berpikir dan menganalisa mau dibawa ke mana bolanya sebelum diterima.

Lanjutnya, belum banyak yang bisa memanfaatkan teknik tersebut. Beberapa yang lalu, PSSI sudah observasi dan menganalisa seperti apa gaya bermain yang cocok untuk pesepak bola di Indonesia.

Setelah diteliti, cocok mengangkat gaya silabus bermain sepak bola Indonesia yang disebut silabus Filanesia. Filanesia merupakan gaya bermain bola berpikir dulu baru bermain, pemain juga dilahirkan dengan melatih pemain di usia produktif 9 hingga 13 dan dilanjutkan dengan pengajaran teknik diusia 12-13 tahun.

"Saya rasa dengan diterapkannya gaya ini khususnya di Makassar, maka bisa melahirkan Ramang, Ramang baru," tuturnya.

Ayah Berulang-ulang Gauli Putri Kandungnya

PSM Tolak Laga Tunda PSSI, Anggap Persija Lebay

Ini Harapan Rektor UNM di Jalan Santai Dies Natalis ke-58

Instruktur PSSI, Mundari Karya menambahkan untuk teknik, bagusnya dalam permainan sepakbola apalagi saat menyerang ada dua tahapan yang dilakukan. Yakni membangun serangan dan menyelesaikan serangan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...