Kawin Kontrak Jadi Modus Perdagangan Wanita

Senin, 29 Juli 2019 16:27

FAJAR.CO.ID,KALBAR–Kawin kontrak yang puluhan tahun silam bersifat antarnegara (Indonesia/Kalbar-Taiwan), berlatar ekonomi dan kesamaan budaya, kini berubah menjadi perdagangan wanita.Dengan modus kawin kontrak. Atau tepatnya kawin pesanan, dengan tujuan Tiongkok-Hongkong, bernuansa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).Setelah Menlu Retno Marsudi memberikan stressing mem-back up Kapolda untuk menuntaskan TPPO di Kalbar, giliran DPRD Kalbar mendesak kepolisian mengungkapkan jaringannya. Baik itu kalangan masyarakat dan terutama aparatur Negara yang disebut Gubernur Sutarmidji yang terlibat proses administrasinya.Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suryansyah, mengisyaratkan Komisi I DPRD Kalbar bisa saja memanggil pihak terkait dalam proses administratif kependudukan, termasuk Imigrasi untuk dimintai keterangannya. “Sebab, pintu pertama orang bisa lolos ke luar negeri berada di Imigrasi. Dari kasus TPPO perkawinan pesanan yang ditangani aparat kepolisian Polda Kalbar saat ini, terungkap salah satu korban masih berusia 14 tahun,” kata Suryansyah kepada Rakyat Kalbar via ponsel, Jumat (26/7).Fakta itu, kata Suryansyah, tentu memunculkan pertanyaan besar. Bagaimana mungkin anak bawah umur memperoleh paspor dan lolos ke luar negeri untuk kawin pesanan, tanpa ‘dukungan’ aparat mulai dari RT, Kelurahan, Kecamatan, Dukcapil untuk diproses di Kanim (Kantor Imigrasi).“Kalau pun terjadi pemalsuan identitas, itu tentu terjadi atas campur tangan oknum aparat mulai dari tingkat bawah. Sebab proses keadministrasian catatan sipil, pengajuannya bersifat berjenjang,” ujarnya.

Komentar


VIDEO TERKINI