Kenaikan Tarif Air PDAM Harus Diimbangi Peningkatkan Mutu Pelayanan

Senin, 29 Juli 2019 21:43
Belum ada gambar

Sementara itu Ketua LPMK Kelurahan Tawangsari, Sudirman mengeluhkan dalam beberapa tahun terakhir, air yang mengalir di wilayahnya sangat kurang.”Air mengalir tidak banyak, crat-cret sedikit sekali kurang bagus mengalirnya. Kami juga sudah beberapa kali melapor tapi belum ada perubahan hingga sampai saat ini,” katanya.Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Yudi Indarto ST MPM MAkt mengungkapkan, bahwa kajian tentang kenaikan tarif sudah dilakukan sejak jauh. Pihaknya juga selalu melibatkan FKP PDAM Tirta Moedal mulai dari penyusunan hingga pengesahan.”Sebenarnya penyesuaian tarif ini sudah banyak kajian, ada public hearing juga, forum pelanggan juga kami libatkan,” ungkapnya.Yudi menerangkan, harga tarif terakhir yang saat ini berlaku, berdasarkan Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 6A/ Tahun 2009 tentang Penetapan Tarif Air Minum Tahun 2009. Penyesuaian tarif ditetapkan dengan melihat perkembangan inflasi 10 tahun terakhir yang berpengaruh terhadap perkembangan biaya operasional.Seiring dengan kondisi itu, pelayanan jasa pengolahan sumber air membutuhkan pembiayaan sangat tinggi. Karena itu, pengembangan investasi mutlak dilakukan untuk meningkatkan pelayanan.“Kami berupaya agar seluruh program kerja PDAM Tirta Moedal dapat terlaksana sesuai target. Apapun yang kami upayakan adalah dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelanggan untuk mewujudkan kuantitas, kualitas dan kontinuitas (3K) serta keterjangkauan pelayanan,” terangnya.Sepanjang 2019, lanjut Yudi, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang memfokuskan pada peningkatan kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pudak Payung berkapasitas 100 litter per second (lps), IPA Jatisari sebesar 200 lps serta peremajaan jaringan perpipaan.

Komentar